
Pergerakan USD/JPY tetap didorong oleh kekuatan dolar AS yang terlihat menanjak dalam beberapa sesi terakhir. Indeks dolar (DXY) berada di sekitar level 99.25, menandai daya beli dolar yang signifikan di tengah dinamika geopolitik dan data ekonomi AS yang solid.
Di sisi lain, harga minyak yang lebih tinggi menambah tekanan terhadap yen Jepang karena Jepang secara signifikan bergantung pada impor energi. Kebijakan moneter juga menjadi bagian dari dinamika ini, menyiratkan BoJ bisa melanjutkan pengetatan bertahap seiring data domestik yang membaik.
Secara teknikal, USD/JPY kembali mendekati level 160.00 setelah sempat tersendat oleh dugaan intervensi pada akhir April. Suasana pasar tetap waspada sembari menimbang komentar pejabat kebijakan dan perubahan sentimen di tengah volatilitas global.
Rilis data GDP Jepang yang lebih kuat dari perkiraan menambah sinyal bahwa BoJ mungkin melanjutkan jalur pengetatan secara bertahap di masa mendatang. Pasar mencoba menilai seberapa besar dampaknya terhadap volatilitas kurs dan likuiditas pasar mata uang.
Di tengah ketegangan geopolitik terkait kawasan Timur Tengah, pasar juga merespons narasi kebijakan fiskal dan moneter dari otoritas AS. Narasi mengenai volatilitas nilai tukar mendorong para pelaku pasar ke arah hedging dan mencari perlindungan pada dolar sebagai aktiva yang relatif aman.
Selain itu, harga minyak yang lebih tinggi menambah tekanan bagi yen karena Jepang adalah importir energi utama. Investor menilai ekspektasi kenaikan suku bunga Fed di akhir tahun memberikan dukungan tambahan terhadap dolar AS, sehingga pandangan bullish terhadap USD/JPY tetap relevan.