
USDJPY sedang melaju mendekati level tertinggi dalam beberapa dekade menjelang putusan Bank of Japan. Pasar telah memperkirakan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 1 persen, sebuah langkah yang sebagian besar sudah diantisipasi dalam beberapa minggu terakhir. Perubahan kebijakan ini terjadi di tengah dinamika perbedaan suku bunga global yang masih lebar antara BoJ dan Federal Reserve.
Fokus utama bukan sekadar angka melainkan panduan kebijakan BoJ dan bagaimana pasar menafsirkan arah kebijakan jauh ke depan. Tekanan dari perkembangan rapat FOMC di hari berikutnya menambah ketidakpastian, karena market tetap memperhatikan bagaimana kebijakan AS bisa mendorong pergeseran dolar.
Keberadaan Gubernur BoJ Ueda yang sedang dirawat karena infeksi hati membuat keputusan kali ini istimewa karena dijalankan tanpa kehadirannya untuk memberikan suara langsung. Meskipun demikian, pandangan kebijakannya tetap dapat tersampaikan secara tertulis, dan pasar akan menafsirkan sinyal tersebut sambil memantau langkah yen yang cenderung melemah.
Secara teknis, momentum yen tetap kuat meski indikator momentum berada pada zona overbought. Pergerakan harga yang terus naik sejalan dengan cerita carry trade yang mendominasi, sehingga risiko koreksi teknis tetap ada meski tren utama masih menguat.
Fokus level penting berada di 160.50 sebagai rintangan awal, dengan target berikutnya di sekitar 161.00 dan zona 162.00 jika sentimen tetap positif. Dukungan kunci berada di 160.00, kemudian 159.50 dan 159.00 sebagai pijakan jika proses koreksi terjadi.
Dengan dua keputusan kebijakan bank sentral dalam tiga hari dan data inflasi Jepang yang telah dirilis, ukuran posisi menjadi kunci. Bias naik tetap relevan selama 160.00 bertahan, namun perubahan cepat pada sinyal kebijakan BoJ atau pergeseran sikap The Fed bisa mengubah arah secara signifikan.