USD/JPY Tembus 157,00 Didorong Harga Minyak; Waspada Intervensi Tokyo dan Prospek Laju Dolar

USD/JPY Tembus 157,00 Didorong Harga Minyak; Waspada Intervensi Tokyo dan Prospek Laju Dolar

Signal USD/JPYBUY
Open157.000
TP158.500
SL156.000
trading sekarang

Ditulis oleh Cetro Trading Insight, media analisis ekonomi independen, artikel ini mengulas pergerakan USD/JPY dan faktor-faktor utama yang membentuk arah mata uang di pasar saat ini.

Nilai tukar USD/JPY menguat dan menembus batas psikologis 157,00 pada awal pekan, menandai pemulihan setelah penurunan di Jumat sebelumnya. Lonjakan harga minyak dunia menjadi pendorong utama di balik pergerakan tersebut. Analis menilai bahwa gejolak geopolitik serta ekspektasi mengenai respons kebijakan moneter AS turut memberikan dukungan pada dolar.

Pengumuman bahwa Presiden AS menolak proposal damai Iran menambah pandangan bahwa arus perdagangan melalui Selat Hormuz masih berisiko terganggu. Ketidakpastian itu memperkuat tekanan pada yen karena pasar menilai stabilitas ekonomi AS yang lebih kuat dapat menarik aliran modal ke dolar. Meski demikian, potensi intervensi Tokyo tetap menjadi faktor pembatas bagi penguatan yen secara berkelanjutan.

Data Nonfarm Payrolls April menunjukkan peningkatan sekitar 115 ribu pekerjaan, lebih tinggi dari ekspektasi 62 ribu. Angka ini menandakan stabilisasi pasar tenaga kerja AS dan mengurangi tekanan bagi bank sentral untuk memangkas suku bunga. Secara keseluruhan, gambaran itu memperkuat narasi dolar yang didorong inflasi yang tetap kuat.

Harga minyak membukukan kenaikan signifikan setelah pernyataan Trump mengenai Iran, dengan WTI naik sekitar 3 dolar menjadi 94,50 dolar per barel dan Brent kembali melampaui 100 dolar. Sinyal-sinyal ini meningkatkan sentimen risiko dan memicu permintaan terhadap aset berdenominasi dolar. Ketidakpastian geopolitik menambah volatilitas di pasar mata uang.

Faktor minyak menjadi katalis utama bagi likuiditas dolar AS karena energi sering dikaitkan dengan tekanan inflasi. Pasar menilai bahwa data ekonomi yang solid dapat menjaga kebijakan moneter The Fed tetap hawkish. Skenario ini mendukung mata uang AS terhadap yen dan mata uang utama lainnya jika kondisi geopolitik tidak mereda.

Beberapa laporan Reuters menunjukkan Jepang telah menghabiskan sekitar JPY 10 triliun dalam beberapa intervensi sejak akhir April untuk menahan pelemahan yen. Langkah tersebut menandakan komitmen Tokyo untuk membatasi volatilitas mata uangnya. Pasar menakar bagaimana keputusan kebijakan Jepang dan tekanan dari otoritas global akan mempengaruhi arah USD/JPY ke depan.

Risiko Kebijakan di Tokyo dan Implikasi Teknis

Rencana kunjungan Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, ke Tokyo pekan depan menambah agenda pertemuan antara otoritas AS dan Jepang mengenai kelemahan yen. Pembuat kebijakan Jepang mencari dukungan AS untuk menjaga stabilitas yen dan menahan spekulan. Kubu pasar menilai pertemuan itu bisa menambah tekanan untuk menjaga yen tidak terlalu melemah.

Intervensi sebelumnya menandai upaya koordinasi antara pembuat kebijakan kedua negara, sehingga risiko volatilitas tetap tinggi di pasar valuta asing. Investor akan menilai pernyataan publik serta langkah fiskal maupun moneter yang mungkin diambil kedua negara. Ketidakpastian geopolitik menambah elemen risiko bagi para trader di pasangan USDJPY.

Dari sisi teknikal, peluang naik bagi USDJPY tetap terbuka jika level 157-158 bertahan sebagai resistance. Trader disarankan menempatkan stop loss di sekitar 156,0 dan target profit sekitar 158,5 untuk menjaga rasio risiko-imbalan minimal 1:1,5. Namun, volatilitas tinggi karena berita kebijakan tetap menjadi faktor penting yang bisa mengubah arah pasar dengan cepat.

banner footer