USD/JPY berupaya melanjutkan momentum kenaikan kemarin yang menyentuh level tertinggi sekitar satu minggu, namun belum mampu menjaga tekanan ke atas. Pasangan ini diperdagangkan di sekitar 159.30 pada sesi Asia, dan pergerakannya cenderung sempit. Kondisi tersebut mencerminkan kehati-hatian pasar sebelum mengambil posisi besar.
Kisaran harian ini menunjukkan bahwa pembalikan arah belum jelas karena faktor teknikal dan sentimen global yang masih rapuh. Pedagang menilai bahwa pasar sedang berkonsolidasi, sehingga keragu-raguan lebih dominan daripada dorongan untuk breakout.
Tantangan utama datang dari risiko pasokan energi melalui Selat Hormuz dan dinamika kebijakan BoJ. AS menegaskan kelanjutan blokade pelabuhan Iran, sedangkan Iran menyatakan tidak akan membuka jalur strategis tersebut. Sementara itu, BoJ diperkirakan mempertahankan suku bunga pada pertemuan mendatang, meski sejumlah sumber Reuters menilai bank sentral bisa memberi sinyal kesiapan menaikkan biaya pinjaman secepat Juni, apabila inflasi terus membebani ekonomi. Intervensi pasar juga membantu membatasi kerugian JPY.
Perpanjangan gencatan senjata AS-Iran memberi tekanan pada USD dan menjadi faktor headwind bagi USD/JPY. Pasar menilai bahwa optimisme terkait langkah damai mendorong mata uang AS lebih volatil dibanding mata uang safe-haven seperti JPY.
Kebijakan BoJ menjadi fokus utama: pasar menilai bahwa bank sentral akan menahan kebijakan untuk sementara, meskipun ada peluang hawkish yang bisa muncul jika tekanan inflasi meningkat. Sinyal-sinyal terkait biaya pinjaman bisa menjadi penggerak utama dalam beberapa rilis data.
Selain itu, turunnya harga minyak mentah dalam beberapa sesi terakhir membantu menurunkan tekanan inflasi, sehingga menekan ekspektasi kenaikan suku bunga Fed. Kondisi tersebut berkontribusi pada dinamika USD/JPY dengan menjaga volatilitas tetap terbatas ketika tetap berada di kisaran tersebut.
Dalam kerangka jangka pendek, USD/JPY diperkirakan terus berayun dalam kisaran sempit tanpa arah jelas. Pasar akan menunggu sinyal konkret dari BoJ serta pengembangan situasi Iran dan harga minyak untuk memberikan arahan baru.
Katalis utama yang bisa mengubah arah meliputi pernyataan BoJ terkait kebijakan moneter, kelanjutan atau penyelesaian krisis Iran, serta perubahan harga minyak dan ekspektasi kebijakan Fed. Perubahan tekanan inflasi domestik Jepang maupun Amerika Serikat juga bisa memicu pergeseran tren.
Bagi trader, pendekatan yang lebih aman adalah menunggu breakout dari kisaran atau konfirmasi tren baru. Tanpa sinyal teknikal yang kuat, entri berisiko tinggi dan potensi reward yang tidak proporsional dibandingkan risiko masih menjadi pertimbangan utama dalam mengambil posisi pada pasangan USD/JPY.