Bank of Japan mempertahankan kebijakan suku bunga pada level 0.75% seperti yang diperkirakan pasar. Keputusan ini diambil di tengah kekhawatiran atas dampak kenaikan harga minyak akibat konflik di Timur Tengah yang berpotensi memperlambat pemulihan ekonomi Jepang. Ketidakpastian global menambah tekanan terhadap yen dan mempengaruhi sentimen pelaku pasar.
USDJPY terkoreksi sekitar 0.14%, mendekati 159.70, karena dolar AS melemah terhadap beberapa mata uang utama meskipun pergerakannya tetap volatile. Kondisi ini menunjukkan pengaruh kebijakan BoJ terhadap pasangan mata uang utama.
Investors menantikan konferensi pers Gubernur BoJ Kazuo Ueda untuk mendapatkan petunjuk kebijakan selanjutnya. Ueda sebelumnya menyampaikan keyakinan bahwa inflasi inti dan upah akan terus meningkat menuju target di masa mendatang.
Fed mempertahankan kisaran suku bunga 3.50%–3.75% seperti ekspektasi, sambil menegaskan bahwa penyesuaian kebijakan baru akan dilakukan hanya jika inflasi mulai melandai.
Pernyataan tersebut menambah ketidakpastian bagi dolar AS di jangka pendek, meskipun skenario jangka panjang tetap mengandalkan penurunan inflasi.
Sementara itu, Ueda menuturkan bahwa pelonggaran inflasi mungkin akan konvergen menuju target pada paruh kedua fiskal 2026 hingga fiskal 2027, menjaga fokus pada arah kebijakan Bank of Japan.
Kondisi pasar hari ini menekankan peran kebijakan dua bank sentral dalam arah pergerakan USDJPY, dengan fokus pada bagaimana minyak dan kondisi inflasi mempengaruhi prospek moneter.
Analisis sinyal perdagangan dari berita ini menunjukkan potensi tekanan jual pada USDJPY sekitar level 159.70, dengan rekomendasi TP sekitar 159.50 dan SL sekitar 160.00 untuk rasio risiko/imbalan minimal 1:1.5.
Strategi ini menekankan manajemen risiko yang ketat dan menegaskan bahwa laporan ini berasal dari Cetro Trading Insight.