
Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight mengamati USD/JPY yang ber tekanan moderat setelah dolar AS kehilangan momentum akibat perkembangan di Timur Tengah. Iran mengklaim operasinya terhadap Israel telah berakhir, sementara Trump menyatakan negosiasi damai AS-Iran masih berlangsung. Trader menunggu keputusan kebijakan moneter Fed dan BoJ minggu depan untuk arah berikutnya.
Indeks dolar AS (DXY) berada di sekitar 99.96 setelah sempat menyentuh 100.21, sementara sentimen risiko membaik membantu Yen menguat sedikit. Lebih dari 90% impor minyak Jepang berasal dari Timur Tengah, sehingga yen sangat rentan terhadap lonjakan harga minyak serta potensi gangguan pasokan yang bisa mendorong volatilitas di USD/JPY.
Di samping itu, dinamika geopolitik tetap menjadi faktor utama. Upaya Jepang untuk menopang yen terlihat dalam laporan bahwa kementerian keuangan menghabiskan rekor ¥11.735 triliun untuk mendukung yen antara 28 April hingga 27 Mei. Mata uang berpasangan juga menunjukkan harga sekitar 160.15 setelah menyentuh 160.39 secara intraday, memperlihatkan adanya dinamika antara pergerakan dolar dan faktor geopolitik yang bisa mengangkat arah pasangan ini di sesi mendatang.
Fokus pasar kini tertuju pada keputusan BoJ dan Fed menjelang pekan depan; banyak analis memperkirakan BoJ akan memberi sinyal kenaikan suku bunga, sementara Fed diperkirakan mempertahankan tingkat saat ini. Keputusan tersebut dipandang sebagai katalis utama pergerakan USD/JPY dalam waktu dekat.
Perbedaan tingkat bunga antara AS dan Jepang tetap besar, mendukung dominasinya dolar jika BoJ tidak terlalu agresif dalam pengetatan. Namun, sentimen risiko yang membaik dan lonjakan harga minyak memberikan tekanan balik pada yen, sehingga arah pergerakan pasangan ini tidak bisa diprediksi secara sederhana.
Lebih lanjut, pasar menimbang apakah Fed bisa menjaga tingkat bunga lebih tinggi untuk periode lebih lama atau BoJ akan tetap berhati-hati dalam memperketat kebijakannya. Petunjuk mengenai jalur kebijakan kedua bank sentral akan menjadi penentu arah USD/JPY dalam beberapa sesi ke depan.
Dari sisi teknis, USD/JPY diperdagangkan sekitar 160.15 setelah sempat menyentuh 160.39 dalam sesi tersebut. Level 160.00 tetap menjadi titik penting yang sering menjadi ujian bagi arah pergerakan; dorongan ke atas bisa berlanjut jika sentimen risiko memburuk, sementara yen menguat karena perubahan kebijakan BoJ bisa mengubah arah pasangan ini.
Kondisi minyak mentah juga berperan penting karena Jepang mengimpor sebagian besar minyaknya dari Timur Tengah. Lonjakan harga minyak menambah tekanan inflasi dan mempersulit ekspektasi kebijakan, membuat BoJ perlu menimbang langkahnya dengan hati-hati, sementara Fed tetap menjadi faktor utama bagi arah dolar secara umum.
Secara praktis, pelaku pasar disarankan untuk menonton rilis inflasi AS dan pernyataan pejabat bank sentral karena arah USD/JPY sangat dipengaruhi petunjuk kebijakan tersebut. Dengan volatilitas geopolitik dan perubahan harga minyak, manajemen risiko yang hati-hati tetap diperlukan untuk menjaga eksposur dan menjaga keseimbangan risiko-imbalan minimal 1:1.5.