USD index menampilkan pelemahan dalam dua hari beruntun seiring investor menoleh ke faktor geopolitik dan ekspektasi kebijakan bank sentral. DXY turun tipis ke kisaran 99.60 menandai perubahan sentimen terhadap mata uang utama global. Pergerakan ini dipicu oleh kehati-hatian pasar menjelang keputusan kebijakan Federal Reserve dan dinamika di Timur Tengah.
Para trader menyimak komentar mengenai keterlibatan sekutu NATO dalam operasi militer di Iran, yang disampaikan melalui akun media sosial. Narasi yang beredar menambah volatilitas jangka pendek karena meningkatkan ketidakpastian geopolitik. Secara umum, dolar terlihat rapuh saat likuiditas global menyesuaikan diri dengan ekspektasi suku bunga jangka pendek yang tidak agresif.
Indeks USD berada di dekat level 99.60, dengan fokus investor pada arah kebijakan Fed serta prospek imbal hasil obligasi AS. Di pasar mata uang utama, pergerakan EURUSD dan pasangan lain menunjukkan perubahan sentimen, meski potensi retorika kebijakan tetap menjadi faktor utama. Cetro Trading Insight menyoroti bahwa dinamika ini bisa berlanjut hingga rilis data penting berikutnya.
EUR/USD diperdagangkan mendekati 1.1530 dengan kebijakan harga yang sedikit menguat selama hari ini. Pergerakan dua hari berturut-turut menunjukkan momentum bullish ringan meskipun belum mencapai konsolidasi kuat. Para pelaku pasar melihat euro mendapatkan dukungan dari ekspektasi Bank Sentral Eropa yang cenderung menahan suku bunga pada 2 persen dalam pertemuan mendatang.
Laporan ZEW Jerman untuk Maret menunjukkan penurunan sentimen ekonomi menjadi sekitar -0.5 dari angka Februari yang sangat optimis. Data ini menambah ketidakpastian mengenai prospek inflasi dan mempengaruhi narasi kebijakan ECB. Meski begitu, pasar menahan diri menunggu arah yang lebih jelas dari keputusan suku bunga di era pasca data rilis tersebut.
Dengan fokus pada rapat ECB hari Kamis, para trader menilai risiko kebijakan yang mungkin memberikan arah baru bagi EURUSD. Secara teknikal, euro tetap mempertahankan bias bullish jangka pendek, namun volatilitas masih tinggi akibat dinamika di pasar obligasi dan retorika pertumbuhan. Risiko eksternal juga menjadi variabel yang perlu diperhatikan.
GBP/USD berada di kisaran 1.3350, dengan Pound menguat untuk hari kedua berturut-turut terhadap dolar yang melemah. Pasar mengantisipasi bahwa BoE akan menjaga sikap hawkish hold pada pertemuan berikutnya, yang dapat memberikan dukungan bagi kurs sterling. Pergerakan ini mencerminkan kombinasi antara ekspektasi kenaikan suku bunga dan kondisi ekonomi Inggris yang relatif stabil.
USD/JPY memperlihatkan kelemahan, berada di sekitar 159.00 dan turun untuk hari kedua berturut-turut meski Yen tidak mengambil banyak manfaat dari penurunan dolar. AUD/USD melompat di atas 0.7110, menutupi sebagian besar kerugian minggu lalu meski perdebatan mengenai kebijakan RBA tetap berlanjut akibat hasil voting yang terpecah.
Di sisi komoditas, minyak bergerak mendekati 96 dolar AS per barel, sementara emas melaporkan perdagangan sekitar 4996 dolar AS per ounce. Pergerakan ini didorong oleh dinamika yield obligasi AS dan aliran modal ke aset berisiko rendah. Cetro Trading Insight menilai kombinasi faktor geopolitik dan kebijakan moneter akan menentukan arah pasar dalam beberapa sesi mendatang.