Nilai USD/THB telah naik lebih dari 4% sejak bulan berjalan, terimbas oleh berkurangnya ekspektasi pasar terhadap pelonggaran kebijakan Federal Reserve dan lonjakan harga minyak. Pergerakan ini menunjukkan bagaimana dinamika kebijakan moneter AS dan ketidakpastian energi global mempengaruhi arus modal di wilayah Asia Tenggara, termasuk Thailand.
OCBC menilai THB termasuk salah satu yang paling rentan terhadap fluktuasi energi dan perubahan sentimen risiko. Meski beberapa sinyal teknikal menunjukkan area overbought pada USD, momentum pasangan ini tetap terlihat bullish, dengan level support sekitar 32.10 dan 31.90 yang sering dijadikan acuan bagi trader.
Analis menekankan bahwa kenaikan dolar AS cenderung menekan THB dalam jangka pendek jika harga minyak tetap tinggi dan risiko geopolitik tidak mereda. Meskipun dukungan teknikal ada, arah selanjutnya bergantung pada evolusi harga energi dan arah kebijakan moneter global.
Level teknikal kunci berada di sekitar 32.10 (gabungan 200 DMA dan retracement Fibonacci 61.8% dari puncak Oktober ke titik terendah Februari) dan 31.90 (retracement 50%). Level tersebut bisa bertindak sebagai area dukungan bagi USDTHB jika koreksi terjadi, meski momentum dolar tetap kuat.
Guncangan energi menjadi faktor utama yang menekan THB, karena perubahan harga minyak mempengaruhi neraca perdagangan dan ekspektasi inflasi. Selain itu, perubahan sentimen risiko global memperbesar volatilitas di pasar valuta asing regional, termasuk pasangan USDTHB.
Langkah-langkah kebijakan dan dinamika geopolitik, seperti perkembangan di Selat Hormuz, bisa memberikan reli sementara bagi THB. Namun, tanpa kejelasan mengenai arah harga energi dan faktor geopolitik, penurunan besar pada USDTHB belum terlihat jelas.
Menurut Cetro Trading Insight, arah pasangan USDTHB dalam beberapa pekan ke depan akan ditentukan oleh dua pilar utama: harga minyak dan arah kebijakan moneter AS.
Mengingat sifat pasar yang kompleks, sinyal trading eksplisit belum bisa dipastikan. Oleh karena itu manajemen risiko tetap krusial bagi para pelaku pasar untuk menghadapi volatilitas yang bisa datang dari pergerakan dolar dan minyak.
Investor juga disarankan memantau level teknikal utama seperti 32.10 dan 31.90 sebagai panduan umum. Adapun rekomendasi entry pasti masih bergantung pada konfirmasi sinyal melalui pergerakan harga yang lebih jelas.