USD turun tipis terhadap beberapa mata uang utama tanpa katalis baru yang jelas. Analis mencermati fokus pasar pada potensi intervensi FX Asia, meskipun peringatan verbal dari Menteri Keuangan Jepang Katayama dan diplomat MOF Mimura belum menghasilkan perubahan besar pada likuiditas. Dalam suasana pasar yang gelisah, investor cermat menilai arah hak kebijakan dan volatilitas likuiditas yang berpotensi meningkat.
Nuansa risk-off mendorong dolar melemah meskipun data konsumen AS tetap kuat. Pasar menunjukkan rotasi modal keluar dari sektor teknologi yang menekan kinerja saham AS, sementara imbal hasil Treasuri turun dan logam mulia menguat sebagai aset perlindungan. Banyak pelaku pasar menilai bahwa dinamika kebijakan dan faktor fiskal menjadi kunci arah dolar untuk beberapa bulan mendatang.
Imbal hasil Treasury yang lebih rendah dan rally logam mulia konsisten dengan sentimen risk-off, sementara Beige Book menumbuhkan optimisme awal untuk 2026. Banyak distrik Fed melaporkan peningkatan aktivitas, meski gambaran jangka panjang tetap menuntut perbaikan. Secara keseluruhan, gambarannya adalah USD bisa melanjutkan pelemahan terbatas di 1H26 dengan potensi rebound di 2H26 tergantung data ekonomi dan kebijakan lebih lanjut.
Pidato The Fed tetap terpecah antara sikap hawkish yang disampaikan Kashkari dan nuansa dovish dari Paulson. Ketidaksepakatan tersebut memperbesar ketidakpastian dan menunda kepastian tentang pemangkasan suku bunga di Januari. Pasar menimbang bagaimana pernyataan pejabat tersebut bakal mempengaruhi jalur kebijakan 2026.
Di sisi lain, analisis menunjukkan bahwa kelemahan USD kemungkinan terbatas pada 1H26 karena kekhawatiran terhadap independensi institusi dan arah kebijakan The Fed. Namun, kekuatan siklis dalam data AS yang didorong AI serta pelonggaran fiskal di bawah kerangka Undang-Undang OBBB dapat menambah tenaga bagi pemulihan greenback di 2H26. Para trader juga mencermati bagaimana faktor geopolitik dan likuiditas dapat mempengaruhi dinamika obligasi dan mata uang utama.
Dalam konteks volatilitas yang ada, emas tetap menarik sebagai lindung nilai bagi investor yang ingin memperluas eksposur risiko. Pergerakan XAUUSD dapat didorong oleh sentimen risiko, meski arah dolar yang lebih kuat bisa membatasi lonjakan harga. Secara umum, fokus pasar adalah pada arah kebijakan 2026 serta bagaimana data ekonomi utama mempengaruhi arus modal global.