
US Dollar menunjukkan kekuatan lebih lanjut didorong oleh imbal hasil Treasury yang naik, menambah tekanan pada aset berisiko. Perkembangan inflasi menjadi fokus utama bagi pasar karena memengaruhi prospek kebijakan Federal Reserve. Pasar juga menilai risiko bahwa biaya pembiayaan bisa naik lebih lanjut seiring ekspektasi tentang jalur kebijakan yang lebih hawkish.
Dengan meningkatnya yield, indeks dolar DXY menguat di sekitar level 99.3, mendulang momentum dari spekulasi bahwa bank sentral AS mungkin menambah sikap hawkish. Pasar juga menilai kemungkinan perubahan jalur kebijakan menjelang akhir tahun, meski risalah rapat Fed masih akan mengarahkan sentimen. Pergerakan terkait ini berkontribusi pada penurunan pasangan EURUSD.
Para ekonom menilai bahwa risalah Fed berpotensi memberi sinyal seberapa besar peluang untuk perubahan kebijakan. Di sisi lain, dinamika geopolitik dan risiko harga energi turut membentuk ekspektasi. Laporan lengkap ini disusun oleh Cetro Trading Insight.
Di Eropa, pejabat ECB menimbang kemungkinan kenaikan suku bunga pada Juni jika gangguan energi tetap berlanjut. Komentar Kocher dan pernyataan resmi lain menambah tekanan pada garis kebijakan yang lebih hawkish daripada rencana awal. Ketidakpastian terkait pertumbuhan dan inflasi di zona euro menjadi faktor utama bagi pergerakan EUR.
Harga EUR/USD terpantau mendekati 1.1606 ketika pasar menilai implikasi dari ketegangan energi dan potensi gelombang kebijakan ECB. Pasangan ini juga terdorong oleh ekspektasi bahwa ECB tidak akan menunda tindakan jika kondisi ekonomi memburuk. Secara teknis, pair ini tetap di bawah zona resistance yang relevan yang membatasi paparan bullish.
Tinjauan teknis menunjukkan bahwa level 1.1648 di tengah band MA bisa berfungsi sebagai zona resistensi utama, sementara support yang tadinya naik kini berada di bawah pola ini. Break di bawah 1.160 atau penutupan di bawah level tertentu bisa menambah tekanan jual lebih lanjut. Fokus pasar tetap pada komentar pejabat ECB dan dinamika isu energi.
Dari sisi teknis, EUR/USD berada dalam bias bearish jangka pendek karena harga berada di bawah rangkaian moving average pada kisaran 1.1648. Struktur tren menunjukkan resistensi menurun yang memberi tekanan pada upaya pemulihan. Pengamat juga mencermati bagaimana harga berinteraksi dengan kerangka teknis jangka menengah.
Indikator RSI di sekitar 40 menandakan bahwa meskipun belum oversold, momentum turun tetap kuat. Pasar menunggu konfirmasi pergerakan berikutnya melalui penutupan harian dan perubahan level support. Adapun level kunci atas untuk kemungkinan rebound berada di sekitar 1.1648, dengan peluang jika ditembus membuka jalan menuju area 1.1759.
Retakan pada support tren sebelumnya berada di sekitar 1.1759 dan 1.1796, membatasi upaya pemulihan saat harga bergerak di bawahnya. Secara umum, struktur pasar menunjukkan zona pasokan yang lebih luas yang menghambat perbaikan jika momentum tetap negatif. Laporan analisis teknis ini disusun dengan dukungan alat analisa pasar.