
OCBC FX Strategist Sim Moh Siong mencatat dolar sedang mengkonsolidasi setelah kenaikan akibat payroll Mei yang kuat. Global FX menunjukkan perbedaan respons terhadap sinyal kebijakan dan aliran modal di Asia. Bank tersebut juga menghapuskan pemotongan suku bunga Fed terakhir dan memperkirakan tidak ada pelonggaran hingga 2026, disertai revisi proyeksi imbal hasil tenor 10 tahun yang lebih tinggi.
Pertumbuhan AS lebih kuat dibandingkan Eropa dan Asia non-teknologi menjadi faktor pendukung dolar yang kokoh namun berada dalam kisaran. Kondisi ini membuat USD tetap tangguh tanpa tren arah yang jelas dalam jangka pendek, meski risiko cenderung mendukung penguatan lebih lanjut. Selain itu, pergerakan pasar tetap sensitif terhadap data ekonomi yang baru.
Repricing terhadap kebijakan Federal Reserve mendukung narasi kuatnya dolar. USD tampak tenang pasca rilis payroll Mei yang solid, menegaskan pemikiran bahwa inflasi menjadi fokus utama bank sentral. Pasar kini menunggu data CPI AS untuk 10 Juni sebagai indikator signal tekanan harga yang lebih jelas. OCBC menegaskan bahwa mereka menghapus satu putaran pemangkasan 25bp dan memperkirakan Fed tetap hold hingga 2026, dengan imbal hasil 10Y di 4.55% pada akhir 2026, naik dari 4.25% sebelumnya.
Kebijakan Fed yang direpricing mendorong dolar tetap mengalami dukungan, sementara imbal hasil obligasi AS bergerak lebih tinggi. Proyeksi imbal hasil 10 tahun di 4.55% pada akhir 2026 menegaskan ekspektasi pasar terhadap biaya pembiayaan yang lebih tinggi bagi pemerintah AS dan risiko inflasi yang masih membayangi.
Para pelaku pasar menantikan rilis CPI AS 10 Juni untuk melihat bagaimana tekanan harga berkembang. Data tersebut berpotensi menambah atau mengurangi kesan hawkish terhadap kebijakan moneter dan dapat memicu pergeseran sentimen pada pasangan-pasangan mata uang utama. Adanya tekanan pada sektor tenaga kerja dan prospek energi yang lebih tinggi untuk periode lebih lama meningkatkan risiko bagi USD; pasar juga menimbang investasi AI dan belanja modal pada teknologi sebagai faktor pendukung nilai dolar lebih lanjut. Rilis data akan menentukan arah jangka pendek bagi pasar obligasi global dan aliran modal lintas benua.
Untuk pasar FX Asia, perbedaan kebijakan antara AS dan wilayah lain menciptakan dinamika aliran modal yang beragam. Secara umum, dolar dianggap tetap kuat meski bergerak dalam kisaran, sehingga banyak valuta negara Asia menghadapi tekanan volatil yang lebih tinggi saat data ekonomi dirilis.
Artikel ini dari Cetro Trading Insight menekankan bahwa tidak ada rekomendasi perdagangan spesifik karena konteks global yang berubah-ubah. Investor disarankan memperhatikan data CPI dan perubahan imbal hasil untuk menilai potensi arah pasar dalam beberapa minggu mendatang. Hal ini membantu investor menilai potensi peluang atau risiko di pasar valas global.
Dalam skenario risiko, para pelaku pasar sebaiknya menjalankan manajemen risiko yang ketat, dengan fokus pada korelasi lintas aset dan penggunaan stop loss untuk membatasi kerugian saat volatilitas meningkat. Meskipun sinyal jangka pendek tidak jelas, diskusi mengenai kelebihan data inflasi dan dinamika permintaan energi dapat mendorong gerak dolar lebih lanjut dalam beberapa kuartal ke depan. Pelaku pasar juga dianjurkan untuk menjaga kapasitas likuiditas dan diversifikasi portofolio.