USD menunjukkan resilien pada pembukaan hari Selasa meski seminggu sebelumnya mengalami tekanan signifikan. Fokus utama pasar berada pada rilis data Desember yang meliputi Export Price Index, Import Price Index, dan Retail Sales. Berbagai pejabat Federal Reserve juga dijadwalkan memberikan pidato guna memberi petunjuk arah kebijakan ke depan.
Menurut Bloomberg, regulator China telah secara verbal meminta lembaga keuangan membatasi kepemilikan US Treasuries karena kekhawatiran terhadap konsentrasi risiko dan volatilitas pasar. Langkah ini menjadi faktor utama yang menekan USD meski indeks dolar berada di kisaran rendah dekat 97.00.
Di sisi pasar obligasi, imbal hasil 10-tahun Amerika berada di zona merah dengan sinyal pelemahan di bawah 4.2%, sementara futures saham AS menunjukkan pergerakan yang cenderung campuran. Sentimen risiko global tetap dipengaruhi dinamika kebijakan dan indikator ekonomi yang akan datang.
GBP/USD mendapat dorongan dari pelemahan luas terhadap dolar dan menguat lebih dari 0.6% pada Senin, meskipun sesi Eropa menampilkan koreksi di bawah level 1.3700. Sinyal ini muncul seiring pernyataan BoE terkait dampak tarif AS terhadap inflasi melalui mekanisme harga ekspor Tiongkok.
EUR/USD menguat lebih dari 0.8% dan kini berada dalam fase konsolidasi sekitar 1.1900. Data Sentix untuk Februari menunjukkan peningkatan kepercayaan investor di eurozona menjadi 4.2, memberi dukungan pada sentimen risiko secara umum.
USD/JPY berbalik turun setelah kehilangan hampir 1% dan mengakhiri tren kenaikan enam hari, saat ini bergerak di sekitar 155.50. Ketidakpastian mengenai respons BoJ pasca hasil pemilu menambah kehati-hatian pasar dan memperkuat tekanan teknikal turun.
Emas XAU/USD menunjukkan ketahanan yang positif dengan kenaikan sekitar 2% pada Senin dan menutup di atas 5,050, sebelum koreksi ke sekitar 5,030 di sesi Eropa. Pergerakan ini menandakan minat terhadap aset safe-haven di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Perak XAG/USD juga mengalami reli hampir 7% pada hari sebelumnya, menghapus sebagian dari penurunan pekan lalu, meski momentumnya belum sepenuhnya terjaga. Proyeksi logam mulia tetap sensitif terhadap data ekonomi dan kebijakan moneter global.
Tekanan pasar tetap dipengaruhi risiko makro seperti potensi intervensi BoJ dan respons kebijakan lainnya. Kondisi ini bisa membentuk dinamika teknikal bagi XAUUSD dalam jangka pendek hingga menengah, sehingga pelaku pasar perlu memantau rilis data utama berikutnya.