Harga USD/JPY bergerak mendekati 159.40 ketika gejolak geopolitik meningkat. Pernyataan Presiden AS yang menegaskan aksi lebih keras terhadap Iran menambah spekulasi bahwa konflik bisa berlanjut selama dua hingga tiga minggu. Kondisi ini memicu arus ke aset safe-haven dan membuat dolar menguat melawan yen.
Di tengah dinamika ini, harga minyak mentah melonjak ketika pasar menghadapi tekanan pada ekuitas, obligasi, dan emas. Peningkatan permintaan terhadap USD sebagai pelindung nilai terlihat jelas pada pergerakan pasangan mata uang ini, meskipun ada tanda-tanda perubahan sentimen menjelang sesi AS.
Di sisi Jepang, impor energi yang tinggi menjadi faktor utama yang membebani yen ketika biaya input meningkat. BoJ juga diwaspadai karena dampak konflik Iran terhadap pertumbuhan ekonomi, meskipun belum ada langkah kebijakan signifikan yang diambil. Peringatan terhadap pelemahan yen berkelanjutan menunjukkan risiko volatilitas tetap tinggi tanpa perubahan kebijakan besar.
Dalam kerangka 4 jam, USD/JPY diperdagangkan sekitar 159.37. Narasi jangka pendek hampir netral karena pasangan tetap berada di atas Moving Average 20 dan 100, meskipun rata-rata pendek cenderung menguap terhadap yang lebih panjang. Ketika melewati 159.70, potensi pergerakan menuju 160.00 kembali terbuka.
Support terdekat berada di 159.32 dan 159.24, berhampiran SMA 20, yang menandai lantai bagi gelombang kenaikan saat ini. Break di bawah level tersebut bisa membawa koreksi menuju 159.20 dan level SMA 100 yang lebih rendah.
Resistance pertama berada di 159.39, diikuti 159.70 yang menjadi batas signifikan. Kenaikan yang berhasil menembus 159.70 membuka jalan ke wilayah sekitar 160.00 dan memperkuat outlook bullish. RSI berada di sekitar 52, menunjukkan momentum yang moderat dan kurang kuat untuk tren baru. Analisis ini disusun oleh Cetro Trading Insight untuk membantu pembaca memahami dinamika pasar secara lebih terstruktur.