
Yen Jepang menunjukkan pelemahan terhadap dolar AS karena pasar memangkas ekspektasi pemotongan suku bunga Fed. Penurunan ekspektasi pelonggaran kebijakan membuat dolar lebih kuat dibandingkan mata uang regional. Analis juga menilai bahwa inflasi AS yang tetap tinggi menekan peluang terjadinya pemotongan suku bunga dalam waktu dekat.
USDJPY diperdagangkan mendekati level tertinggi dua minggu di sekitar 158.00 sejak sesi Eropa. Dolar AS tetap unggul berkat pergeseran sikap pasar terhadap kebijakan moneter AS dan ekspektasi bahwa Fed akan menahan suku bunga atau menaikkan jika diperlukan. Indeks dolar DXY juga menunjukkan reli, berada di sekitar 98.55 dalam beberapa sesi terakhir.
Rilis CPI AS bulan April menunjukkan inflasi tetap tinggi, memperkuat ekspektasi bahwa Fed tidak akan dengan cepat memangkas kebijakan. BoJ dalam Summary of Opinions menyoroti potensi kenaikan suku bunga pada pertemuan berikutnya meski situasi regional masih penuh ketidakpastian. Investor juga menantikan komentar Presiden AS setelah pertemuan dengan Xi Jinping, karena hal itu bisa menambah volatilitas jelang data perekonomian selanjutnya.
Karena sentimen dolar yang kuat, USDJPY berpotensi bergerak lebih lanjut ke atas dalam waktu dekat. Namun dinamika kebijakan BoJ serta data ekonomi AS yang akan rilis dapat memicu koreksi sesaat jika berita tidak sesuai ekspektasi. Trader disarankan untuk menjaga fokus pada level kunci dan menerapkan manajemen risiko yang ketat.
Rencana trading yang diusulkan untuk USDJPY adalah membuka posisi beli pada sekitar 158.00. Stop loss ditempatkan di 157.50 untuk membatasi kerugian jika pasar berbalik. Target profit ditempatkan di 158.75 untuk menjaga rasio risiko/imbalan sekitar 1:1,5.
Karena sentimen USD yang masih kuat, USDJPY berpeluang bergerak lebih lanjut ke atas jika data ritel AS dan komentar kebijakan BoJ mendukung narasi suku bunga AS yang lebih tinggi. Namun, volatilitas bisa meningkat menjelang rilis data penjualan ritel dan acara kebijakan. Investor disarankan untuk memantau will-sell/will-buy pasar dan menyesuaikan ukuran posisi sesuai toleransi risiko.