
Yen menguat pada sesi Rabu karena koreksi luas pada dolar AS dan bukan karena langkah kebijakan BoJ. Gerak yen lebih banyak didorong oleh sentimen risiko global daripada intervensi lokal. Secara umum pasar menilai bahwa dinamika pasar valuta asing saat ini didorong oleh pergeseran risiko global dan arah suku bunga AS yang lebih rendah sementara BoJ mempertahankan kebijakan.
Data domestik Jepang yang akan dirilis Jumat, inflasi nasional April, menjadi katalis domestik yang berat bagi gerakan yen. Analisa menunjukkan bahwa inti inflasi diperkirakan melunak, sehingga peluang bagi BoJ untuk menahan kebijakan meningkat. Kendati demikian, pernyataan kebijakan tetap menjadi fokus investor karena lonjakan volatilitas bisa terjadi jika angka inflationik mengejutkan.
Secara teknikal, harga bertahan di atas moving average 50 hari dan 200 hari pada grafik harian, sekitar 158.00 dan 155.50. Kondisi ini memberi sinyal bias naik selama level support tersebut bertahan, dengan peluang pergerakan menuju kisaran 159.00 dan 160.00 jika tekanan beli tetap terjaga.
Bias naik tetap terjaga selama pasangan berada di atas 158.00, dengan 159.00 berfungsi sebagai pivot utama. Level 160.00 menjadi target pertama jika ada penembusan yang konsisten di atas 159.00. Peluang breakout ke zona 160.50 juga bisa muncul jika momentum mendukung.
Kondisi intraday menunjukkan resistensi awal di sekitar 159.07, sementara dukungan terdekat terlihat di sekitar 158.20 melalui moving average 50 hari. Pergerakan di bawah 158.20 dapat mengubah prospek jangka pendek, sementara testing di atas 159.07 perlu ditutup untuk memastikan tren bullish berlanjut.
Momentum teknikal menunjukkan bahwa kondisi yang saat ini tidak sepenuhnya overbought masih memberi peluang bagi perbaikan harga, asalkan tidak ada kejutan eksternal. Peran faktor politik dan kebijakan BoJ tetap menjadi variabel utama yang bisa mengubah arah segera jika situasi berubah.