
Yen berada pada level terlemah sejak evaluasi akhir April ketika intervensi pemerintah Tokyo mencuat. Pasar kini memasang peluang kenaikan suku bunga BoJ pada agenda pertemuan 15–16 Juni, sementara Yen tetap tidak mendapatkan bid yang kuat dari pasar. Menurut Cetro Trading Insight, fokus utama pasar adalah dinamika kebijakan moneter AS dan risiko intervensi pemerintah yang bisa membatasi koreksi yen. CPI AS untuk Mei menjadi katalis penting dalam beberapa sesi ke depan.
Secara teknikal, pasangan USDJPY menguji zona resistance di sekitar 160.50 setelah bergerak dari 160.00 ke level tertinggi mendekati 160.50. Struktur tren masih menguat dengan harga berada di atas EMA 50 hari sekitar 159.00 dan EMA 200 hari sekitar 156.00. Stochastic RSI berada di zona tinggi sekitar 90-an, menandakan kondisi overbought meski bukan sinyal untuk jual. Kondisi ini membangun bias naik jika data ekonomi mendukung.
Rintangan utama berikutnya berada di atas 160.50, dengan potensi target ke 161.00 jika breakout berlanjut. Namun risiko campur tangan Kementerian Keuangan Jepang masih ada, dan volatilitas bisa berubah karena laporan CPI AS yang dekat. Keputusan ini menunjukkan bahwa pasar menilai kemungkinan kenaikan BoJ lebih besar ketimbang langkah intervensi, meskipun intervensi sebelumnya telah memudar efeknya.
Di muka data CPI AS yang dirilis pada hari Rabu, konsensus menunjukkan lonjakan 0.5 persen MoM dan YoY menuju 4.2 persen, dengan core 0.3 persen MoM dan 2.9 persen YoY. Angka-angka ini dapat memperkuat narasi suku bunga lebih tinggi di AS, memberi dukungan pada pergerakan USDJPY ke area yang lebih tinggi jika data benar-benar kuat. Analisis ini konsisten dengan gambaran pasar yang diulas oleh Cetro Trading Insight.
Di sisi lain, pandangan bahwa BoJ akan menaikkan suku bunga hingga 1.00 persen pada pertemuan pertengahan Juni tetap relevan. Faktor domestik, ditambah tekanan energi global, menjaga volatilitas tetap tinggi meski yen berupaya menahan koreksi. Pasar juga mempertimbangkan bahwa dua pertemuan bank sentral dan kapasitas keuangan pemerintah bisa memperbesar risiko bagi investor yang mengadopsi langkah-langkah besar secara cepat.
Rencana perdagangan sebaiknya fokus pada manajemen risiko dan konfirmasi teknikal. Jika harga menembus 160.50 dengan konfirmasi volume, peluang arah ke atas ada, tetapi trader perlu menilai risiko dan hindari eksposur berlebih mengingat potensi intervensi. Jika harga bergerak turun melewati level dukungan sekitar 160.00 atau 159.50, sikap hati-hati dianjurkan karena perubahan aliran likuiditas bisa terjadi. Inflasi dan kebijakan moneter di AS dan Jepang tetap menjadi pendorong utama untuk beberapa waktu ke depan.