WTI Anjlok di Awal Pekan Pasca Meredanya Ketegangan Timur Tengah; OPEC+ Pertahankan Produksi

trading sekarang

Harga minyak mentah WTI dibuka pekan ini dalam tekanan, karena para pelaku pasar menilai berkurangnya intensitas konflik di wilayah Timur Tengah. Sentimen pasokan global masih rapuh meskipun durasi ketegangan menurun, dan harga bergerak di sekitar level $61,90 per barel saat berita ditulis. Pergerakan harga tersebut mencerminkan reaksi pasar terhadap sinyal pelemahan risiko geopolitik yang sebelumnya mendukung keseimbangan pasokan.

Dalam catatan harian, WTI turun sekitar 5,50% pada hari itu, mencerminkan kebijakan pasokan yang lebih netral meskipun ada beberapa ketidakpastian. Narasi utama pasar berpusat pada kemungkinan kemudahan pelonggaran sanksi terhadap Iran jika negosiasi membaik, yang berpotensi meningkatkan pasokan minyak mentah global. Hal ini berpotensi menekan harga lebih lanjut jika ekspektasi pasokan meningkat.

Di sisi lain, para investor tetap mengawasi komentar dari pejabat AS dan respons negara lain terkait upaya menjaga stabilitas pasar. Sejumlah analis menilai bahwa dampak jangka pendek dari dinamika geopolitik tetap terbatas jika permintaan global juga tetap lemah. Cetro Trading Insight menilai volatilitas masih tinggi meski sinyal fundamental menunjukan keseimbangan pasokan yang lebih longgar di masa mendatang.

OPEC+ mengonfirmasi keputusan untuk menjaga produksi tidak berubah pada bulan Maret, dengan kebijakan pembekuan produksi yang konsisten. Langkah ini dirilis pada momen yang sama dengan ekspektasi permintaan global yang lebih lemah secara musiman. OPEC+ juga mengindikasikan pertemuan berikutnya akan diadakan pada 1 Maret, memberikan sinyal transparansi terhadap strategi pasokan.

Kebijakan tersebut menegaskan komitmen kelompok produsen untuk menstabilkan pasar minyak, meskipun tekanan geopolitik berpotensi mengubah arus wejangan pasar. Ketegangan regional antara AS dan Iran masih menjadi ancaman potensi eskalasi, meskipun tanda-tanda meredanya konflik menambah dinamika di pasar. Investor menimbang risiko geopolitik terhadap pertumbuhan permintaan karena ketidakpastian regional lebih lanjut.

Seiring berjalannya waktu, mata pasar juga tertuju pada laporan inventaris minyak mentah AS yang akan datang, seperti API yang dijadwalkan pada hari Selasa. Data tersebut diharapkan dapat memberikan petunjuk mengenai keseimbangan pasokan dalam beberapa minggu ke depan. Bagi para pelaku pasar, pembacaan data API menjadi indikator penting untuk memahami arah pergerakan harga di tengah ketidakpastian geopolitik.

Dengan situasi saat ini, prospek jangka pendek harga minyak bergantung pada data inventori AS yang akan dirilis. Pengecilan ketegangan geopolitik di Timur Tengah mendukung sentimen bearish bagi minyak mentah, sementara evaluasi permintaan global membatasi potensi rebound. Secara umum, para analis menilai bahwa retracement harga WTI bisa terjadi jika data inventori menunjukkan kenaikan pasokan yang lebih besar dari ekspektasi.

Dari sisi analisa teknikal, sinyal yang jelas belum muncul karena volatilitas pasar yang cukup tinggi dan faktor fundamental yang saling bertentangan. Pergerakan harga berada dalam wilayah yang rentan terhadap berita terkait Iran, OPEC+, dan angka permintaan. Pedagang disarankan berhati-hati dalam mengambil posisi baru tanpa konfirmasi data ekonomi mendasar.

Untuk pembaca Cetro Trading Insight, langkah yang bijak adalah memantau rilis API dan pembaruan kebijakan OPEC+ berikutnya. Dengan memadukan sentimen geopolitik, data fundamental, dan petunjuk teknikal yang relevan, investor dapat menilai peluang di volatilitas pasar minyak. Tetap fokus pada manajemen risiko dan tetapkan ekspektasi risiko-imbalan yang realistis.

broker terbaik indonesia