
Harga WTI turun ke level terendah 15 minggu seiring pasar menimbang kemungkinan adanya kesepakatan damai antara AS dan Iran. Pasar belum melihat dokumen finalnya, karena kedua pihak masih berbeda pandangan mengenai isi perjanjian tersebut. Kabar ini memicu reaksi jual lebih lanjut di pasar komoditas.
Front-month futures WTI turun sekitar 5,8% pada hari itu, menyentuh kisaran $75 per barel, level terendah sejak awal Maret. Brents August kontrak juga melemah, turun di bawah $80 untuk pertama kalinya sejak Maret. Meskipun narasi pasar menyebut ini sebagai cerita pasokan, minat investor lebih banyak dipicu keyakinan bahwa perjanjian itu akan selesai.
Masalahnya, tidak ada pihak di luar ruang negosiasi yang melihat teks perjanjian itu. Memorandum of Understanding (MOU) yang dibahas mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz, pencabutan embargo, pembatasan pekerjaan nuklir Iran, serta pembebasan aset yang dibekukan, namun pertanyaan krusial ditunda ke negosiasi lanjutan 60 hari. Pasar menilai rilis pers lebih banyak yang mempengaruhi harga daripada dokumen formal.
Dari sisi teknikal, WTI menembus rata-rata pergerakan eksponensial 200-hari (EMA) di sekitar $78,50, menjadi penutupan harian yang decisif pertama di bawah garis itu sejak perang ekonomi dimulai. Berikutnya, harga juga menembus $76 dalam perjalanan turun menuju level sekitar $75. Sinyal teknikal lain menunjukkan bahwa moving averages 50-hari di sekitar $90 masih menunjukkan war premium yang telah berkurang.
Di sisi momentum, Stochastic RSI intraday berada di zona sangat jenuh jual (sekitar 12), dan setiap reli cenderung ditahan jual, menandakan tape arah menurun. Namun pada kerangka waktu lebih tinggi, Stoch RSI harian sekitar 28 dan bergerak menurun, menyiratkan bahwa lonjakan lanjutan belum final.
Level support utama berada di sekitar $75. Jika harga menutup harian di bawah level itu, jalur penurunan selanjutnya menuju kisaran $70-an menjadi lebih nyata. Pada sisi atas, resistance pertama berada di sekitar $76, kemudian $78,50 sebagai level yang perlu ditembus untuk menjaga break. Secara teknikal, bias tetap bearish selama harga berada di bawah $76 dan saat ini fokus pada EMA 200-hari.
Analisis menunjukkan bias turun bila harga tetap berada di bawah area teknikal kunci, yaitu $76 dan EMA 200-hari. Kondisi ini menambah tekanan pada harga minyak jika ketidakpastian politik berlanjut. Investor dihadapkan pada kombinasi risiko geopolitik dan dinamika pasar fisik yang masih sulit dipastikan.
Walau sinyal teknikal saat ini mendominasi arah penurunan, beberapa faktor fundamental lain bisa mengubah skenario jika kesepakatan ditandatangani. Dokumen tetap belum jelas bagi banyak pihak, dan pasar bisa merespons secara cepat terhadap berita resmi. Dalam skenario negatif, risiko penurunan lebih lanjut tetap ada.
Rencana perdagangan yang disarankan mencerminkan profil risiko: open di sekitar $75, SL di $80, TP di $67,5 dengan rasio risiko/imbalan 1:1,5. Gunakan manajemen posisi yang ketat dan perhatikan data EIA serta laporan IEA yang rilis hari itu. Jika suasana pasar berubah karena negosiasi, lakukan evaluasi ulang posisi dan pertimbangkan exit jika aksi harga berubah.