Harga minyak mentah telah berada di dekat level tertinggi enam bulan, namun tertekan kembali saat premia risiko geopolitis bertemu ketidakpastian perdagangan global. Ketegangan antara AS dan Iran tetap menjadi faktor utama yang menahan sentimen, sambil kapal induk USS Gerald R. Ford bergerak menuju Teluk Persia dan Iran melakukan latihan militer di Selat Hormuz. Pelaku pasar memperhatikan bagaimana dinamika ini mempengaruhi pasokan global.
Di sisi pasokan, eskalasi ketegangan AS–Iran tetap menjadi pendorong utama harga karena ada kekhawatiran atas gangguan pasokan. Penilaian pejabat menuduh Iran tidak memenuhi garis merah nuklir, dan laporan menunjukkan militer AS siap melakukan tindakan jika diperlukan. Penutupan parsial Selat Hormuz untuk latihan militer semakin menambah risiko gangguan aliran minyak, mengingat sekitar 20 juta barel per hari melintasi jalur tersebut.
Di sisi permintaan, putusan mahkamah yang membatalkan tarif IEEPA tidak menghapus semua tekanan permintaan, tetapi langkah Trump untuk mempertimbangkan tarif global hingga 15% menjaga ketidakpastian kebijakan perdagangan. Data EIA pekan lalu menunjukkan penarikan stok minyak mentah sekitar 9 juta barel kebalikan dari ekspektasi, sementara OPEC+ menjaga produksi tetap stabil memberikan dukungan lantai bagi harga secara umum.
Di kerangka grafik harian, WTI terlihat mundur dari level sekitar 67,00 setelah sinyal bullish muncul ketika moving average 50 hari melintas di atas 200 hari. Momen ini menandai perubahan struktur tren meskipun momentum teknikal berada di wilayah yang mendekati kondisi overbought. Pergerakan ini juga mencerminkan keseimbangan antara dorongan geopolitik dan dinamika permintaan.
Rally sejak rendah Januari di sekitar 55,68 telah melonjak lebih dari 20% dalam rentang waktu kurang dari dua bulan, menunjukkan gaya pergerakan yang tajam. Oscillator Stochastic menunjukkan posisi overbought, meskipun jarak antara garis cepat dan lambat mulai menyempit, mengindikasikan momentum bisa melemah jika tekanan jual meningkat.
Level teknikal kunci berada di kisaran 67,00 hingga 67,23; jika harga menembusnya secara berkelanjutan, target berikutnya berada di sekitar 70,00. Dukungan terdekat berada di 65,00 dan kemudian wilayah 63,00 yang menjadi zona konsolidasi. Pada perdagangan Senin, lilin berukuran kecil dengan sumbu atas di sekitar 67,23 menunjukkan tekanan jual di level bulat tersebut.
Kombinasi risiko geopolitik dengan dinamika pasokan serta ketidakpastian permintaan menandai jalur harga yang tidak pasti dalam jangka pendek. Investor perlu memantau respons pasar terhadap perkembangan situasi di Selat Hormuz, pernyataan kebijakan perdagangan, serta update data EIA untuk menilai arah lebih lanjut.
Dalam skenario bullish, jika harga mampu menembus 67,23 dengan penutupan yang kuat, peluang kenaikan menuju 70,00 bisa terbuka; stop loss dapat ditempatkan di bawah 65,00 untuk menjaga peluang risiko-imbangan. Dalam skenario bearish, gagalnya menembus level 67,23 bisa memicu koreksi kembali ke 65,00 dan melanjutkan ke 63,00 sebagai zona dukungan utama.
Inti pesan bagi pembaca: faktor geopolitik akan tetap menjadi penentu utama arah jangka menengah pada minyak mentah. Cetro Trading Insight menyajikan rangkuman komprehensif untuk membantu pelaku pasar memahami faktor fundamental dan teknikal saat volatilitas meningkat, sambil menilai peluang trading secara hati-hati.