WTI Dekat $100: Ketegangan Iran, Hormuz, dan Arah Pasokan Minyak Global

WTI Dekat $100: Ketegangan Iran, Hormuz, dan Arah Pasokan Minyak Global

Signal /WTIBUY
Open98.890
TP120.000
SL91.550
trading sekarang

Harga minyak mentah WTI berada di sekitar level $99 per barel menjelang pembukaan minggu, sedikit di bawah ambang $100. Pergerakan ini mencerminkan kekeliruan di pasar akibat ketidakpastian geopolitik di wilayah Timur Tengah.

Kekhawatiran utama berpusat pada kendali atas Selat Hormuz, jalur utama bagi ekspor minyak di kawasan tersebut. Ketegangan meningkat setelah beberapa langkah militer yang memicu respons regional, sehingga pelaku pasar menimbang dampak langsung pada aliran pasokan global.

Beberapa otoritas energi AS menilai perang bisa berakhir dalam beberapa minggu ke depan, dengan prospek pemulihan pasokan dan penurunan biaya energi jika situasi stabil. Laporan terkait menyoroti pandangan positif dari media besar mengenai potensi penyelesaian konflik.

Dalam grafik 4 jam, WTI diperdagangkan sekitar 98.89 dolar AS per barel. Bias jangka pendek tampak bullish karena harga berhasil bertahan di atas moving averages 20, 100, dan 200 periode, menunjukkan momentum kenaikan masih kuat.

Indikator Momentum menunjukan penguatan pasca konsolidasi, sedangkan RSI mendekati 62, menandakan kontrol pembeli tetap dominan. Sentimen teknikal saat ini mendukung potensi kinerja lanjutan ke atas.

Support awal terlihat di sekitar 91.55 pada SMA 20, dengan level dukungan tambahan di 77.45 dan 70.54 jika koreksi lebih dalam terjadi. Selama harga tetap di atas 91.55, peluang menembus area swing menuju sekitar 100 meningkat dan potensi mencapai level sekitar 120 tetap terbuka lebar.

Ketegangan geopolitik meningkatkan risiko gangguan pasokan minyak Iran, mengingat sekitar 90% ekspor negara tersebut dikirim lewat Kharg Island. Pasar secara luas memantau langkah koalisi negara-negara pendukung AS untuk menjaga jalur tersebut dari gangguan signifikan.

Dalam konteks kebijakan, sejumlah pihak menantikan pernyataan resmi dari White House mengenai tindakan keamanan di Hormuz. Sementara itu, optimisme terkait pemulihan pasokan pasca-konflik disandingkan dengan tekanan harga energi yang tinggi akibat ketidakpastian regional.

Secara jangka menengah, arah harga akan sangat dipengaruhi apakah konflik mereda atau berlanjut. Jika tensi mereda, harga berpotensi koreksi ke bawah, namun jika situasi tetap tegang, minyak bisa menjaga volatilitas tinggi dengan tren naik menuju kisaran 120 dolar per barel sebagaimana dianalisis para analis.

broker terbaik indonesia