WTI Dekati $65.65: Pasar Mencermati Inventori EIA, Negosiasi Iran, dan Prospek Produksi OPEC+

trading sekarang

Harga minyak WTI berada di wilayah positif sekitar $65.65 pada pembukaan sesi Eropa hari Jumat. Pergerakannya cenderung stabil meski dipengaruhi sentimen global yang fluktuatif. Pelaku pasar tetap waspada menjelang akhir pekan sambil memantau arah berikutnya.

Laporan EIA menunjukkan stok minyak mentah di AS naik 15,989 juta barel untuk pekan yang berakhir 20 Februari, melanjutkan tren kenaikan terbesar dalam tiga tahun terakhir. Lonjakan stok memberi tekanan pada harga secara teknikal, meskipun faktor lain bisa membatasi penurunan lebih lanjut. Analisis pasar menunjukkan bahwa data inventaris menyoroti keseimbangan pasokan yang lebih longgar.

Selain data stok, sentimen pasar tetap dipengaruhi oleh negosiasi AS–Iran terkait program nuklir. Para pelaku pasar menilai kemajuan yang dicapai di Jenewa dan rencana pertemuan teknis di Wina pekan depan. Ketegangan geopolitik serta prospek kesepakatan menjaga volatilitas harga meski ada harapan stabilitas pasokan.

OPEC+ sedang mempertimbangkan kelanjutan peningkatan produksi pada rapat hari Minggu. Pilihan tersebut bisa menambah pasokan global dan memberi tekanan pada harga jika disetujui. Pasar terus menimbang bagaimana kebijakan tersebut akan mempengaruhi keseimbangan antara permintaan dan pasokan.

Menteri Luar Negeri Oman, Badr al-Busaidi, mengatakan kemajuan dalam negosiasi AS–Iran cukup signifikan. Pembahasan teknis di Vienna direncanakan pekan depan setelah delegasi melakukan konsultasi internal. Kedua pihak akan menilai rinciannya sebelum potensi kesepakatan dinyatakan final.

Konsultan pasar June Goh dari Sparta Commodities menekankan nada pasar yang berhati-hati menanti informasi tambahannya. Ketegangan Iran berpotensi menambah volatilitas, sementara keputusan OPEC+ mengenai produksi dapat menjadi penentu arah harga di akhir pekan. Kondisi ini menambah risiko yang perlu diperhitungkan pelaku pasar.

Risiko Pasar dan Jalan ke Depan

Isu konflik regional yang bisa muncul berisiko mengangkat harga minyak dalam jangka pendek jika eskalasi meningkat. Namun progres diplomatik yang jelas bisa meredam kekhawatiran tersebut dan membatasi lonjakan harga. Data inventaris juga memberi gambaran nyata mengenai dinamika pasokan.

Lonjakan stok AS yang dilaporkan akhir pekan lalu bisa memberikan tekanan turun jika permintaan tidak mampu mengikuti. Pelaku pasar menimbang risiko geopolitik, perubahan produksi OPEC+, dan respons kebijakan yang mungkin terjadi. Pergerakan harga cenderung menunjukkan fluktuasi tipis menjelang keputusan kunci.

Ke depan, kisaran harga di pasar minyak diperkirakan bergerak di level yang relatif sempit di sekitar pertengahan $60-an. Fokus utama tetap pada hasil rapat OPEC+ dan arah negosiasi Iran yang dapat memengaruhi pasokan global. Investor disarankan memantau perkembangan data inventaris berikutnya serta pernyataan resmi dari produsen besar.

broker terbaik indonesia