WTI mendekati $61,80: meredanya ketegangan AS-Iran dan keputusan OPEC+ membentuk arah harga minyak

trading sekarang

Harga WTI anjlok mendekati $61,80 pada pembukaan sesi Eropa hari Senin, menandai penurunan yang dipicu meredanya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Pergerakan harga ini mencerminkan respons pasar terhadap berita-berita terbaru mengenai negosiasi antara kedua negara. Banyak pedagang menilai dinamika politik global sebagai penentu utama arah minyak mentah di hari-hari mendatang.

Presiden AS Donald Trump menyatakan harapan bahwa kesepakatan bisa tercapai, meskipun pemimpin Iran memperingatkan risiko konflik regional jika Amerika menyerang. Kata-kata Trump menambah spekulasi tentang volatilitas harga minyak, namun sentimen pasar tetap rapuh menyusul berita lainnya. Analisis awal menunjukkan bahwa optimisme narasi negosiasi bisa menjaga minyak tetap di kisaran rendah jangka pendek.

Penurunan harga WTI terjadi karena gejolak yang mereda tampak menekan risiko geopolitik, meskipun faktor permintaan global masih menjadi kunci. Dalam pandangan kami di Cetro Trading Insight, pergerakan ini menggarisbahi sensitivitas pasar terhadap perkembangan diplomatik. Investor akan menantikan data stok untuk mengukur keseimbangan antara pasokan dan permintaan.

OPEC+ akhirnya meratifikasi rencana untuk menjaga output minyak tidak berubah untuk bulan Maret, sebuah langkah yang menenangkan bagi pasar namun mengurangi potensi kenaikan harga. Keputusan ini menunjukkan komitmen kartel untuk menjaga stabilitas pasar walau permintaan secara musiman melemah. Langkah ini juga menambah faktor kepastian bagi produsen dan pengecer minyak.

Pertemuan berikutnya dijadwalkan pada 1 Maret, dan para pelaku pasar memperhitungkan bahwa ketidakpastian politik regional bisa mengubah lanskap harga. Konsensus produsen menegaskan bahwa kebijakan produksi tetap menjadi penopang utama harga. Pasar juga mempertimbangkan bagaimana perubahan kebijakan dapat mempengaruhi distribusi pasokan global.

Pada November lalu, mereka menahan kenaikan produksi lebih lanjut untuk Januari–Maret 2026 karena permintaan yang lembut secara musiman. Langkah tersebut mencerminkan sikap hati-hati pasar mengenai prospek permintaan di kuartal awal tahun. Tren ini memperkuat gambaran mengenai jalur harga minyak yang cenderung datar hingga rilis data utama berikutnya.

Para pedagang menantikan rilis laporan API pada hari Selasa, karena angka inventaris dapat memberi sinyal arah jangka pendek. Angka yang lebih rendah dari ekspektasi akan menandakan permintaan yang lebih kuat dan berpotensi mendorong harga WTI naik. Sebaliknya, kelebihan stok bisa menekan harga lebih lanjut.

Analisis fundamental dan teknikal keduanya menunjukkan bahwa respons pasar terhadap laporan API bisa volatil, tergantung pada bagaimana angka tersebut dibandingkan dengan estimasi konsensus. Pasar biasanya bereaksi terhadap deviasi besar dari ekspektasi ini. Investor mencari konfirmasi lebih lanjut melalui data rilis berikutnya.

Secara keseluruhan, faktor utama yang membentuk arah WTI saat ini adalah dinamika geopolitik dan perubahan pasokan yang saling terkait. Investor perlu memadukan gambaran politik dengan indikator permintaan untuk memahami potensi perubahan arah harga. Kemungkinan volatilitas jangka pendek tetap ada hingga data stok terbaru keluar.

broker terbaik indonesia