Harga WTI mulai menguat di sesi Asia setelah kekhawatiran gangguan pasokan kembali muncul. Perkembangan geopolitik terkait Selat Hormuz menjadi fokus karena jalur pelayaran minyak dan LNG global yang penting. Kondisi ini menambah tekanan positif pada harga minyak mentah.
Selat Hormuz, jalur penting bagi sekitar 20% minyak dan LNG dunia, mengalami gangguan pasokan seiring eskalasi konflik. Pasokan global menjadi sorotan karena lonjakan kekhawatiran atas ketersediaan pasokan jangka pendek, meskipun permintaan tetap bervariasi secara regional.
Faktor fundamental ini menunjang bias pasar untuk mencoba menekan koreksi lebih lanjut, terlebih ketika aliran minyak berpotensi menyesuaikan diri dengan level produksi yang ada. Para pelaku pasar tetap memantau perkembangan geopolitik sebagai pendukung arah jangka pendek.
Dari sisi teknikal, bias jangka pendek cenderung bullish karena harga bertahan di atas area 94,22 USD, yang sejalan dengan retracement Fibonacci 50% dari penurunan 112,83—75,61. Selain itu, harga juga diperdagangkan di atas SMA 200 jam sekitar 88,33, memperkuat arah kenaikan meskipan koreksi belakangan.
Indikator momentum seperti MACD histogram cenderung berkurang intensitas negatifnya, dan garis MACD mulai mendekati garis sinyal di wilayah sekitar nol, menandakan momentum upside perlahan pulih. RSI berada di sekitar angka 50, konsisten dengan pasar yang mencoba membangun tekanan arah setelah konsolidasi.
Secara teknikal, level penting terlihat di sisi bawah: dukungan awal di 94,22, dengan potongan ke zona konsolidasi 92,50–92,25 jika terjadi retrace lebih dalam, sebelum menguji level 38,2% Fibonacci di 89,83. Di sisi atas, resistance terdekat berada di 95,80–96,00, diikuti 61,8% retracement di 98,61 yang membatasi kenaikan terbaru. Putaran berikutnya akan terlihat jika harga mampu menutup di atas 98,61, membuka jalan menuju 104,87.
Rekomendasi teknikal saat ini menekankan peluang beli jika harga berhasil menutup satu jam di atas level 98,61. Penembusan tersebut menandai peluang menuju target sekitar 104,87, dengan risiko relatif terbatas pada level-support menor di sekitar 94–95 jika terjadi retrace.
Sinyal teknikal mengindikasikan peluang buy dengan struktur risiko-rumah yang jelas. Paket posisi diposisikan dekat breakout dengan entry sekitar 99,00, stop di 97,50, dan target di 104,87, menjaga rasio Risk-Reward minimal lebih dari 1:1.5.
Faktor manajemen risiko tetap penting mengingat volatilitas di Renkan Hormuz dan dinamika geopolitis. Gunakan ukuran posisi yang sesuai, monitor rilis data pasokan, serta sesuaikan stop loss jika volatilitas meningkat secara mendadak untuk menjaga eksposur risiko.