
Kesepakatan damai sementara antara Amerika Serikat dan Iran mulai berlaku, memicu pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz. Pembatalan blokade laut oleh AS dinyatakan CENTCOM melalui X, sejalan dengan arahan presiden. Langkah ini menandai perubahan signifikan pada dinamika keamanan maritim dan potensi perubahan pasokan minyak global.
Menurut pernyataan resmi, sekitar 12,5 juta barel minyak telah melewati perairan kunci itu pada malam sebelumnya, dan pasukan Iran tidak menembak kapal mana pun. Penarikan blokade dinilai sebagai langkah de-eskalasi yang bisa menurunkan biaya asuransi kapal serta mempercepat pergerakan crude di rute utama. Namun, otoritas menegaskan bahwa militer akan tetap berada di area umum untuk memastikan perjanjian berjalan sesuai dengan pasal pasal.
Khamenei, pemimpin tertinggi Iran, menilai bahwa kesepakatan itu dicapai bukan karena posisi musuh diterima, sambil menekankan bahwa negosiasi langsung di masa depan tetap mungkin. Sikap ini menunjukkan bahwa meskipun ada pembukaan diplomatik, garis keras tetap bisa muncul jika pihak asing mencoba memaksa agenda. Cetro Trading Insight menilai kesepakatan ini berpotensi mengurangi volatilitas jangkauan jangka pendek bagi minyak mentah hingga jelasnya arah negosiasi lanjutan.
Reaksi pasar terlihat dari harga minyak mentah WTI yang naik tipis sekitar 0,31 persen pada perdagangan hari itu, ke level sekitar 75,20 dolar AS per barel. Angka ini mencerminkan optimisme pasar terhadap kelancaran jalur pasokan di Hormuz dan pengurangan risiko gangguan pasokan. Dengan blokade yang dicabut, peluang pasokan lebih lancar dapat menahan kenaikan biaya logistik bagi pengeluar utama.
Kenaikan harga menambah bobot pada narasi supply side bagi minyak, meski pasar tetap mencermati langkah operasional keamanan dan potensi fluktuasi permintaan global. Analis menilai bahwa pelaksanaan kesepakatan secara bertahap bisa menjadi faktor penentu pergerakan harga minyak ke depan. Investor juga menilai bahwa volatilitas bisa kembali jika terjadi eskalasi baru di wilayah lain seputar kawasan teluk.
Bagi trader, peluang tetap ada dengan fundamental positif bagi minyak meskipun risiko geopolitik tetap membayangi. Rilis analisis dari media seperti Cetro Trading Insight menekankan pentingnya memantau perkembangan negosiasi dan mobilisasi kapal di Hormuz. Instrumen yang relevan secara teknikal bisa mempertimbangkan skenario long jika konfirmasi harga menembus resistance kecil, dengan target profit yang proporsional terhadap risiko yang ditetapkan.