Dalam pembicaraan kedua antara AS dan Iran yang berlangsung di Jenewa, kedua pihak menyatakan kemajuan terhadap prinsip umum meski ada jurang terkait peningkatan uranium serta sanksi ekonomi. Ketegangan geopolitik di Selat Hormuz turut mempengaruhi sentimen pasar minyak global. Menurut media kita, Cetro Trading Insight, dinamika ini mencerminkan ketidakpastian tinggi bagi pergerakan harga minyak.
Sementara itu, laporan inventori EIA menunjukkan lonjakan 8.5 juta barel dalam satu pekan, dinamika pasokan ini bertentangan dengan eskalasi diplomatik dan mendorong volatilitas harga. Cetro Trading Insight menilai kombinasi faktor geopolitik dan data pasokan memberikan gambaran ketidakstabilan pasar yang tinggi bagi pergerakan harian minyak mentah. Perkembangan ini menambah bobot pada pergeseran sentimen pasar menjelang rilis data berikutnya.
Di sisi analisis teknikal, pergerakan harga minyak mencerminkan kontras antara dinamika diplomatik dan kenyataan pasokan, dengan fokus pada level penting di sekitar 62.43 USD sebagai referensi rata-rata pergerakan eksponensial 200 hari. Pembacaan ini juga mengindikasikan momentum bisa berubah jika berita terbaru mengubah ekspektasi pasar. Narasi saat ini menekankan bahwa arah jangka pendek dipengaruhi oleh kedua pelaku geopolitik dan data pasokan global yang fluktuatif.
Lilin bullish yang kuat pada hari itu berhasil membawa harga WTI menutup di atas rata-rata pergerakan eksponensial 200 hari sekitar 62.43 USD, menguatkan pandangan pembalikan tren jangka pendek. Pergerakan itu juga mendorong harga melewati rata-rata 50 hari, menata ulang struktur tren menjadi lebih bullish. Dengan dinamika ini, fokus beralih ke area resistance yang lebih tinggi sebagai peluang pengujian ke arah level kunci.
Pembukaan sesi pada Selasa berada di sekitar 62.20 USD dan harga naik sekitar 3.4% sepanjang hari, menunjukkan momentum positif yang kuat. Kenaikan tersebut mengangkat minyak ke wilayah atas kisaran konsolidasi yang telah berlangsung sejak akhir Januari. Secara teknikal, peluang breakout menuju level 65.00 USD menjadi skenario yang relev jika momentum terus berlanjut.
Stochastic Oscillator berada di kisaran menengah, menandakan bahwa momentum bisa berkembang ke arah mana pun tergantung berita terbaru dan sentimen pasar. Kondisi ini menempatkan fokus pada konfirmasi melalui retest level kunci dan tindak lanjut dari pergerakan harga global. Analisis ini menekankan perlunya kehati-hatian mengingat volatilitas geopolitik dan data pasar yang sering berubah.
Secara teknikal, resistance pertama berada di 65.00 USD, disusul 66.25 USD sebagai target jangka pendek jika harga bisa menembus level tersebut. Break ke atas level 66.25 USD membuka peluang menuju sekitar 67.00 USD sebagai target utama dalam skenario bullish jangka pendek. Untuk pemanfaatan peluang, prospek ini memberikan sinyal potensi naik yang jelas dan perlu diikat dengan manajemen risiko yang tepat.
Sementara itu, support terdekat berada di sekitar 62.45 USD, dengan kemungkinan jika harga turun menembus area tersebut, risiko menuju 61.25 USD dapat terwujud. Dalam kondisi seperti ini, posisi long bisa diatur dengan stop loss yang ketat sesuai kisaran risiko yang diinginkan. Para pelaku pasar disarankan memantau pergerakan data ekonomi dan perkembangan geopolitik sebagai konfirmasi arah pasar.
Para trader disarankan untuk menjaga risiko dengan perbandingan risiko-imbalan minimal 1:1,5 dan menyesuaikan ukuran posisi sesuai volatilitas. Dalam konteks ini, rekomendasi dari Cetro Trading Insight adalah memanfaatkan pola teknikal saat sinyal konfirmasi muncul, sambil menjaga batas kerugian yang rasional dan target keuntungan realistis.