WTI Rebound Pertahankan Arah Bullish di Atas SMA 200-Hari, Tetap Waspada pada Level 66

WTI Rebound Pertahankan Arah Bullish di Atas SMA 200-Hari, Tetap Waspada pada Level 66

Signal US/OILBUY
Open62.500
TP66.000
SL60.500
trading sekarang

Harga WTI rebound didorong oleh pembelian intraday yang menggiring harga di atas area kritis SMA 200-hari sekitar 61.95 dolar per barel. Grafik harian menunjukkan struktur yang konstruktif dengan terjadinya bullish crossover antara SMA 21-hari dan SMA 50-hari. Indikator ADX di 32.81 menegaskan bahwa tren masih kuat dan menguat, menunjukkan momentum pembelian yang berkelanjutan.

Selasa ini, komentar bahwa AS dan Iran mulai menunjukkan keinginan kembali ke jalur pembicaraan menenangkan kekhawatiran eskalasi militer. Sebelumnya, patokan minyak mentah AS sempat tertekan akibat ketegangan geopolitik yang mereda, mendorong rally terbatas. Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan telah menginstruksikan menteri luar negaranya untuk mengejar negosiasi yang adil dan setara terkait program nuklir Iran yang akan dibahas akhir pekan ini.

Dari sudut teknis, harga telah membentuk pola puncak yang lebih tinggi dan lembah yang lebih tinggi sejak pertengahan Desember, menunjukkan struktur tren yang membaik. WTI telah merebut kembali tiga moving average utama, dengan SMA 21-hari melintasi SMA 50-hari, sementara keduanya tetap di bawah SMA 200-hari yang mendatar. Harga kini berada di atas ketiga rata-rata tersebut, memperkuat bias bullish jangka pendek jika area 61.95 tetap dipertahankan.

Secara teknikal, struktur harga menunjukkan tren naik yang terstruktur dengan puncak lebih tinggi dan lembah lebih tinggi sejak pertengahan Desember. Harga telah menembus dan berada di atas SMA 21-hari serta SMA 50-hari, sementara SMA 200-hari tetap mendatar sebagai level referensi jangka panjang. Kondisi ini memperkuat bias bullish jangka pendek dan menyiratkan peluang bagi pergerakan lebih lanjut jika area 61.95 tetap dipertahankan.

Indikator momentum mendukung optimisme tersebut. ADX berada di 32.81 menandakan tren yang kuat, sementara RSI berada di wilayah bullish dan di atas level 50, menandakan momentum kenaikan yang utuh meskipun prospek jenuh beli yang baru terlihat. Kedua indikator ini mengonfirmasi bahwa dorongan beli memiliki bobot teknis yang konsisten dalam beberapa sesi terakhir.

Level kunci yang perlu diperhatikan meliputi potensi target di sekitar 66 dolar per barel jika harga bertahan di atas 61.95. Sebagai pendukung, level support utama berada di sekitar 60.47 mengikuti 21-hari SMA, sementara penembusan lebih lanjut bisa membawa tekanan ke 58.98 pada pergerakan berikutnya. Scenario ini membantu trader menilai peluang entry dan risiko secara jelas dalam konteks momentum saat ini.

Rekomendasi strategi perdagangan saat ini adalah membuka posisi beli bila harga mempertahankan diri di lebih dari 61.95 dolar, dengan stop loss dekat 60.50 dan target profit di sekitar 66.00. Perlu diingat bahwa rasio risiko-imbalan minimal 1:1.5 terpenuhi jika pergerakan menuju 66 tercapai dari level entry saat ini. Manajemen risiko juga menyarankan untuk mengunci sebagian keuntungan jika harga bergerak melewati jalur teknis utama.

Alternatif skenario terjadi jika harga menembus 66,00 dengan kekuatan kuat, yang dapat membuka potensi pergerakan lebih tinggi menuju level resistance berikutnya. Dalam skenario seperti itu, trader disarankan untuk menyesuaikan stop loss ke wilayah breakeven atau sedikit di atas harga masuk agar profil risiko tetap terkendali. Pengawasan terhadap perubahan volatilitas menjadi penting seiring meningkatnya minat spekulan terhadap minyak mentah.

Penutup dari Cetro Trading Insight menekankan pentingnya keep track terhadap dinamika geopolitik dan data produksi. Meskipun terdapat sinyal teknikal yang solid, perubahan kebijakan energi maupun eskalasi regional bisa dengan cepat mengubah tren harga. Pemantauan rilis data ekonomi dan pernyataan dari otoritas pasar menjadi bagian integral dari strategi trading berbasis minyak mentah yang kami rekomendasikan.

broker terbaik indonesia