
Harga WTI berada di sekitar 69.40 dolar AS pada sesi Eropa awal, mencerminkan volatilitas yang masih tinggi. Pemulihan arus kapal di Selat Hormuz telah mengurangi kekhawatiran gangguan pasokan, meskipun fokus pasar tetap pada risiko geopolitik. Menurut Cetro Trading Insight, pergerakan harga belakangan ini dipengaruhi dinamika antara pasokan dan sentimen risiko global.
API melaporkan penarikan persediaan minyak mentah AS sebesar 6.072 juta barel pada pekan yang berakhir 26 Juni, melampaui penurunan 765 ribu barel pada pekan sebelumnya. Angka tersebut melampaui ekspektasi pasar yang diperkirakan berada di sekitar 4.1 juta barel. Data ini memberikan sinyal bahwa permintaan masih kuat meski sentimen risiko menahan pergerakan harga.
Investor menantikan rilis laporan mingguan EIA untuk mengonfirmasi tren permintaan dan dinamika pasokan. Jika data EIA menunjukkan penarikan yang lebih besar dari ekspektasi, peluang WTI untuk menguat bisa meningkat dalam beberapa sesi. Sinyal ini menambah peluang bahwa pasar akan menguji level resistance sekitar US$71 dalam waktu dekat.
Aliran kapal melalui Selat Hormuz meningkat kembali, menandakan kembalinya akses pasokan minyak global. Peningkatan volume arus pelayaran mengurangi risiko gangguan pasokan, yang secara sementara memberi tekanan pada premi risiko minyak. Dalam konteks ini, pergerakan harga cenderung terbatas meskipun data fundamental tetap mendukung permintaan.
Draw sebesar 6.072 juta barel menyoroti bahwa permintaan sedang menahan pasokan; di sisi lain, ekspektasi EIA dapat mengubah arah harga. Analisis Cetro Trading Insight menunjukkan bahwa dinamika ini bisa mendorong rebound harga jika data selanjutnya juga menunjukkan penarikan yang solid. Pasar juga memperhatikan faktor geopolitik yang bisa mengubah prospek jangka pendek secara tiba-tiba.
Kepastian mengenai kapan negosiasi US-Iran menghasilkan kemajuan akan menjadi faktor penentu utama pergerakan harga ke depan. Kebijakan produsen juga akan membawa volatilitas jangka pendek. Para trader disarankan untuk memantau perkembangan geopolitik sambil mempertimbangkan manajemen risiko.
Investor disarankan memantau rilis laporan EIA; jika penarikan persediaan berlanjut, potensi kenaikan harga bisa berlanjut dalam beberapa sesi. Namun, pembicaraan US-Iran yang mandek bisa membatasi kenaikan dan menjaga volatilitas tetap tinggi. Kondisi pasar tetap sensitif terhadap asumsi permintaan global dan perubahan produksi.
Ketegangan di Timur Tengah dan dinamika negosiasi US-Iran menambah faktor risiko bagi pergerakan harga minyak. Kedua faktor ini dapat memperbesar volatilitas, terutama saat data inventori menunjukkan hasil yang mengejutkan. Investor perlu menjaga manajemen risiko dan menimbang waktu masuk yang tepat.
Strategi perdagangan yang direkomendasikan adalah buy untuk peluang upside dengan rasio risiko-kembali minimal 1:1.5. Target harga utama berada di sekitar 71.00 jika data EIA mengonfirmasi permintaan yang kuat. Stop loss ditempatkan di 68.33 untuk menjaga eksposur tetap terkendali.