WTI Stabil di Libur AS; OPEC+ Pertimbangkan Kenaikan Produksi Mulai April

Signal US/OILSELL
Open62.800
TP61.600
SL63.600
trading sekarang

Harga minyak mentah WTI berada sekitar 62,80 USD per barel pada sesi Asia, setelah sempat dibuka lebih tinggi dari penutupan sebelumnya. Libur nasional AS untuk Presidents' Day membuat pasar kontrak tidak settle, dan aktivitas di Asia cenderung tertahan karena perayaan Tahun Baru Imlek di China, Korea Selatan, dan Taiwan.

Pergerakan harga terlihat relatif datar karena para pelaku pasar tetap berhati-hati menghadapi dinamika geopolitik yang sedang berkembang. Ketidakpastian antara negosiasi AS-Iran dan perkembangan di wilayah lain juga menahan volatilitas jangka pendek.

Para investor menantikan hasil putaran kedua negosiasi di Jenewa yang membahas sanksi serta kemungkinan konsesi nuklir. Sinyal Tehran mengenai kesiapan berkontribusi pada negosiasi jika Washington merespons sanksi secara memadai.

Kabar bahwa OPEC+ sedang mempertimbangkan untuk melanjutkan kenaikan produksi mulai April memberi sinyal bearish bagi harga minyak. Rencana ini mengikuti jeda produksi beberapa bulan untuk menyiapkan pasokan menjelang permintaan puncak musim panas.

Tema geopolitik juga menambah dinamika pasokan. Pernyataan berulang mengenai potensi tindakan jika negosiasi gagal meningkatkan ketidakpastian bagi para trader. Analisis yang dirilis oleh Cetro Trading Insight menekankan bahwa dinamika pasokan global menjadi faktor utama pembentukan harga saat ini.

Secara umum, pergerakan harga dipengaruhi oleh kombinasi faktor fundamental dan sentimen pasar, dengan risiko geopolitik yang bisa memicu pergerakan ke arah tertentu jika situasi baru muncul.

Reuters melaporkan bahwa OPEC+ cenderung melanjutkan lonjakan produksi mulai April, sebagai persiapan menghadapi permintaan puncak di musim panas.

Kondisi pasokan global yang melimpah menambah tekanan pada harga, terutama jika permintaan belum menunjukkan peningkatan signifikan.

Pasar minyak tetap sensitif terhadap perkembangan negosiasi dan perubahan kebijakan produsen, sehingga volatilitas bisa meningkat menjelang musim panas meskipun tren jangka menengah tetap terkendali.

broker terbaik indonesia