Menurut Cetro Trading Insight, harga minyak WTI di NYMEX berada mendekati $98 per barel pada sesi Eropa. Pergerakannya menandakan jeda dari reli empat hari yang sempat mendekati batas $100. Investor menimbang langkah geopolitik setelah Presiden Trump mengajak negara-negara pengimpor minyak Gulf untuk bergabung dalam operasi menjaga Hormuz tetap terbuka.
Trump menyatakan di Truth.Social bahwa banyak negara yang terdampak penyekatan Hormuz akan mengirim kapal perang untuk menjaga jalur tetap terbuka. Ia menyebut negara mitra seperti China, Prancis, Jepang, Korea Selatan, dan Inggris diharapkan ikut serta. Langkah tersebut diharapkan membantu meredam kekhawatiran terkait pasokan minyak dunia.
Komentar tersebut memberi sedikit harapan terhadap penyelesaian masalah pasokan, meskipun risiko geopolitik tetap tinggi. Pasar memperhitungkan kemungkinan reaksi NATO sejalan dengan dukungan Eropa terhadap langkah militer AS. Secara umum, sentimen tetap rapuh karena dinamika Hormuz bisa berubah dengan cepat.
Kendala pasokan di Fujairah menambah kekhawatiran soal rantai pasokan minyak. Pelabuhan Fujairah di UEA berhenti memuat setelah tersambar drone, menunjukkan kerentanan jalur ekspor non-Hormuz yang penting. Hal ini menambah tekanan pada harga jangka pendek.
Penundaan pemuatan di Fujairah meningkatkan premi risiko bagi minyak mentah sejak awal pekan, menguatkan narasi bahwa gangguan pasokan bisa berlanjut. Pasar menilai dampak pada aliran minyak global dan potensi reli harga jangka pendek.
Tapi langkah pembuka Hormuz yang lebih luas dapat memberi kelegaan pasokan, meski geopolitik tetap memantik volatilitas. Investor diminta memantau pernyataan resmi serta data pasokan dari otoritas terkait. Dalam konteks ini, analisis risiko menjadi kunci bagi keputusan trading.
Harga WTI mendekati $98, dengan tantangan kuat untuk menembus $100 setelah reli empat hari. Level $100 berfungsi sebagai resistensi psikologis yang membuat momentum rally melambat. Analis mencatat bahwa pergerakan di sekitar level tersebut bisa menjadi indikator arah jangka pendek.
Sentimen pasar tetap dipicu oleh keseimbangan antara potensi gangguan pasokan dan harapan peningkatan aliran melalui Hormuz. Ketidakpastian geopolitik menjadikan tren harga rentan terhadap berita baru. Investor disarankan menjaga ekspektasi realistis sambil memantau perkembangan di wilayah tersebut.
Bagi trader, strategi berhati-hati direkomendasikan hingga arah pasar lebih jelas. Pertimbangkan rasio risiko-imbalan minimal 1:1,5 dalam evaluasi peluang minyak, serta memantau perkembangan geopolitik. Pada akhirnya, data pasokan dan pernyataan resmi akan menentukan arah berikutnya.