Menurut Cetro Trading Insight, minyak mentah WTI berada dalam posisi jual karena tanda-tanda deeskalasi ketegangan antara AS dan Iran. Para pejabat kedua negara mengindikasikan kelanjutan pembicaraan pada hari Jumat, yang menghapus kekhawatiran gangguan pasokan dan memberi tekanan pada harga. Pasar juga menyoroti dinamika geopolitik sebagai faktor utama yang membatasi reli harga selama beberapa sesi terakhir.
Lonjakan ekspor minyak Venezuela dan pemulihan daya tukar USD menambah beban kelebihan pasokan secara global. Eksport Venezuela mencapai sekitar 800 ribu barel per hari pada Januari, dibandingkan sekitar 498 ribu pada bulan sebelumnya. Sementara itu, dolar yang kuat membuat minyak yang diperdagangkan dalam USD terasa lebih mahal bagi pembeli asing.
Faktor-faktor ini membentuk kerangka fundamental yang mendorong tekanan turun pada minyak mentah, meskipun ada beberapa dinamika cuaca dingin di AS yang berpotensi meningkatkan permintaan jangka pendek. Sentimen pasar berupaya membacakan sinyal dari kedua sisi lapangan: gejolak geopolitik sedang mereda namun pasokan meningkat secara musiman.
Dari sisi teknikal, harga WTI saat ini mencoba bertahan di sekitar level $61.75 setelah turun sekitar 0.4% pada hari ini. Level ini mencerminkan konsolidasi di dekat rendah satu minggu, memberi peluang bagi pasar untuk melanjutkan tekanan turun jika tekanan fundamental tetap relevan. Trader juga memantau potensi breakdown jika level support terdekat gagal bertahan.
Ragra berikutnya adalah level rendah sekitar $61.20 yang sempat disentuh sebagai titik terendah satu minggu. Penembusan di bawahnya akan membuka jalan menuju support yang lebih rendah dan meningkatkan peluang penurunan berkelanjutan. Sementara itu, pergerakan balik bisa terjadi jika ada sinyal pembalikan dari indikator teknikal jangka pendek.
Di sisi lain, dinamika harga memuat referensi retracement di sekitar $66.25, yang menjadi high terakhir di bulan Agustus 2025. Penurunan lebih lanjut akan membutuhkan konfirmasi dari volume perdagangan dan indikator lain untuk menghindari jebakan pasar. Secara keseluruhan, prospek jangka pendek cenderung bearish dengan risiko volatilitas tetap tinggi.
Bagi trader, peluang jual bisa muncul jika harga melewati area pembukaan hari ini dengan konfirmasi teknikal. Penutupan di bawah support sekitar $61.20 atau pelonggaran pada $61.75 bisa menjadi trigger untuk posisi short. Namun, risiko rontoknya tak bisa diabaikan jika ada berita fundamental yang mendongkrak harga secara tiba-tiba.
Rencana perdagangan ini mengarah pada target take profit sekitar $61.00, yang sesuai dengan rasio risiko/imbalan minimal 1:1.5. Stop loss berada di sekitar $62.25 untuk melindungi posisi jika pasar berbalik. Manajemen risiko tetap krusial karena volatilitas harga minyak bisa berubah dengan cepat akibat berita geopolitik dan perubahan kebijakan moneter.
Secara keseluruhan, sinyal ini menekankan pendekatan fundamental yang didukung oleh analisis teknikal. Trader disarankan untuk meninjau rilis data ekonomi dan dinamika berita geopolitik sebelum memutuskan untuk masuk posisi. Cetro Trading Insight menekankan bahwa keputusan trading harus memperhatikan toleransi risiko masing-masing investor.