Lonjakan harga perak dipicu oleh meningkatnya minat terhadap aset safe-haven di tengah ketegangan geopolitik global dan ketidakpastian terkait penyelidikan atas pimpinan Fed, Jerome Powell. Investor cenderung mencari perlindungan nilai di logam mulia ketika risiko ekonomi memburuk.
Faktor fundamental lain, termasuk dinamika permintaan industri dan potensi kebijakan moneter, turut memberi bobot pada reli ini. Ketidakpastian politik memperkuat narasi bahwa perak bisa berfungsi sebagai diversifier yang menarik di kala volatilitas tinggi.
Dengan dinamika tersebut, sinyal bullish tercermin dari tembusnya level resistance historis dan pembacaan teknikal jangka pendek. Namun pelaku pasar perlu konfirmasi tambahan dari data ekonomi dan volatilitas untuk menilai kelanjutan tren ke depan.
Harga perak berhasil menembus rekor tertinggi sepanjang masa dan menegaskan momentum bullish dalam kerangka intraday. Breakout ini menandakan XAGUSD berada di jalur kenaikan lebih lanjut seiring minat risiko investor meningkat.
Rebound terjadi dari area support yang terlihat di time frame H1, memberikan peluang bagi trader untuk mencari sinyal masuk yang lebih terkonfirmasi. Zona konfirmasi berada di kisaran 81.842 hingga 83.811, di mana permintaan yang kuat dapat memicu pergerakan lebih lanjut.
Bias intraday tetap bullish meskipun volatilitas meningkat. Jika harga bertahan di atas level kunci dan menutup satu sesi di atas area breakout, target jangka pendek bisa menuju 86.140, disusul 90.058 dan 94.009 sesuai dinamika teknikal dan aliran likuiditas pasar.
Rencana trading menekankan masuk pada konfirmasi breakout terhadap rekor tertinggi atau pullback yang terukur menuju zona konvergensi. Para trader bisa memanfaatkan pergerakan di sekitar 83.0 sebagai titik masuk dengan konfirmasi dari candle yang menunjukkan peningkatan volume.
Target harga dibagi menjadi tiga level: 86.140 sebagai target awal, 90.058 sebagai target berikutnya, dan 94.009 jika tekanan beli berlanjut. Manajemen risiko direkomendasikan dengan stop loss di 79.007 untuk mengurangi risiko jika pasar bergerak berbalik arah.
Rasio risiko-imbalan disarankan minimal 1:1.5, sehingga potensi keuntungan sejalan dengan kontrol risiko. Tekanan pasar dan berita kebijakan terbaru bisa menjadi faktor penentu untuk menyesuaikan ekspossi dan ukuran posisi secara proporsional.