Harga emas berbalik naik secara moderat pada hari Jumat setelah jatuh tajam di bawah level psikologis $5.000. Pergerakan ini menggambarkan tekanan teknikal yang masih ada meskipun pembeli mencoba menjaga stabilitas harga. XAU/USD kini diperdagangkan sekitar $4.960, naik hampir 1% dari level terendah kemarin.
Bursa menantikan rilis CPI AS yang dijadwalkan sore ini. Banyak pelaku pasar menilai data tersebut akan menentukan tempo pasar dalam beberapa pekan ke depan. Jika CPI menunjukkan kejutan, ekspektasi pemangkasan suku bunga Fed bisa berubah secara signifikan.
Selain faktor teknikal, sentimen investor didorong oleh dinamika risiko global dan permintaan safe-haven yang tetap relevan. Pihak bank sentral dan pembelian aset berisiko turut memahat arah pergerakan logam mulia meski tekanan belum sepenuhnya mereda. Terlepas dari rebound ringan, kebanyakan trader tetap berhati-hati karena garis bawah teknis cenderung menjaga harga berada dalam koridor sempit.
Secara teknis, XAU/USD sedang berada dalam fase konsolidasi dekat rata-rata pergerakan 20 hari pada grafik harian. Posisi harga yang dekat SMA 20 hari menunjukkan pasar berada dalam keseimbangan yang rapat antara pelaku beli dan jual. Namun, pergerakan di sekitar level ini rentan berubah arah jika ada kejutan dari data makro.
Level kunci terlihat di sekitar $4.800 sebagai dukungan pertama, dengan potensi dukungan berikutnya di sekitar $4.588 yang diwakili oleh lower Bollinger Band. Di sisi atas, zona $5.000 hingga $5.100 berfungsi sebagai rintangan utama sebelum bulls bisa mendorong momentum lebih lanjut. Terdapat volatilitas yang meningkat sesuai widening Bollinger Bands.
RSI saat ini berada di sekitar 53,9, menunjukkan momentum netral antara pembeli dan penjual. Tanpa akselerasi ke atas, potensi rebound lanjut bisa terbatas dan tekanan penurunan bisa kembali muncul jika harga gagal bertahan. Pemodal disarankan mengamati penembusan jelas di atas atau di bawah level kunci untuk memvalidasi arah berikutnya.
Faktor fundamental utama adalah rilis CPI AS yang bisa mengaruhi keputusan Federal Reserve terkait pemotongan suku bunga. Pasar menilai bahwa data inflasi yang lebih kuat dapat menunda langkah pelonggaran kebijakan, sementara data lemah bisa mempercepatnya. Konteks ini membuat ekspektasi pergeseran suku bunga menjadi fokus utama pergerakan harga emas.
Volatilitas di pasar logam mulia tetap tinggi meski ada dukungan dari pembelian institusional dan permintaan terhadap aset lindung nilai. Ketidakpastian politik global dan dinamika risiko keuangan turut menjaga volatilitas, sehingga trader cenderung mengambil posisi yang lebih hati-hati. Akibatnya, pembentukan arah harga emas lebih bergantung pada kejutan data daripada sinyal teknis murni.
Meskipun faktor makro memberikan dukungan jangka panjang untuk emas, pergerakannya tetap sensitif terhadap kebijakan moneter. Penundaan atau percepatan pemotongan Fed bisa mengubah dinamika USD dan logam mulia secara simultan. Investor biasanya menimbang antara potensi perlindungan nilai dan risiko tekanan balik dari kebijakan moneter negara adidaya.