TD Securities Global Strategy Team menilai Survei Ekspektasi RBNZ menunjukkan tekanan inflasi jangka menengah meningkat. Ekspektasi inflasi dua tahun ke depan naik menjadi 2.37 persen dari 2.28 persen. Angka ini mencerminkan tren moderat, meskipun para analis menekankan bahwa hal ini tidak akan mengubah arah kebijakan pada pertemuan RBNZ mendatang. Menurut Cetro Trading Insight, dinamika ini sejalan dengan tetap berhati-hati dalam menetapkan langkah kebijakan.
Selain itu, ekspektasi inflasi lima tahun ke depan naik menjadi 2.31 persen dari 2.22 persen, dan ekspektasi inflasi sepuluh tahun naik menjadi 2.30 persen dari 2.18 persen. Pergerakan tersebut menambah gambaran bahwa prospek harga masih menunjukkan modul kenaikan yang lambat namun berkelanjutan. Namun, para analis menilai lonjakan ini tidak menandakan dorongan kebijakan yang mendesak.
Meski angka-angka untuk inflasi naik secara bertahap, survei juga menunjukkan bahwa indikator utama belum menunjukkan kebutuhan tindakan kebijakan yang cepat. Ekspektasi pengangguran satu tahun ke depan turun dari 5.01 persen menjadi 4.95 persen, dan ekspektasi pengangguran dua tahun ke depan turun dari 4.71 persen menjadi 4.58 persen. Juga terlihat penurunan pada ekspektasi harga rumah yang sangat tipis.
Secara spesifik, satu tahun ke depan pengangguran diperkirakan turun ke 4.95 persen, sedangkan dua tahun ke depan turun ke 4.58 persen. Perbaikan di pasar tenaga kerja ini menambah dasar bagi penilaian kebijakan jangka menengah, meskipun data utama seperti inflasi inti masih perlu diawasi. Angka-angka ini mencerminkan pergeseran menuju kondisi pekerjaan yang lebih stabil.
Di sisi properti, ekspektasi harga rumah menunjukkan pelambatan yang sangat ringan. Meskipun begitu, pergerakan ini membantu menahan tekanan pada pasar properti dan memberi sedikit ruang bagi kebijakan moneter yang lebih fleksibel. Investor perlu memetakan dinamika harga rumah terhadap jalur inflasi untuk memahami risiko ritel dan sendi-sendi pembiayaan rumah.
Faktor-faktor lain yang mempengaruhi kebijakan RBNZ tetap relevan, seperti inflasi inti dan sinyal dari volatilitas global. Para analis menekankan bahwa survei ini lebih menggambarkan kondisi relatif jangka menengah daripada sinyal perubahan kebijakan segera. Kebijakan RBNZ tetap bertumpu pada data aktual dan prospek ekonominya.
Secara umum, survei ini menegaskan bahwa RBNZ kemungkinan menjaga jalur kebijakan yang berhati-hati. Meskipun inflasi diproyeksikan meningkat secara bertahap, keluaran data pekerjaan yang lebih kuat dan stabilitas harga rumah memberi ruang bagi kebijakan yang tidak agresif. Investor perlu menjaga ekspektasi bahwa perubahan kebijakan dapat ditempuh secara bertahap sesuai perbaikan data ekonomi.
Bagi pasar forex, ekspektasi tersebut menunjukkan bahwa pasangan yang melibatkan NZD bisa tetap defensif hingga ada sinyal lebih jelas mengenai arah kebijakan bank sentral. Pergerakan dolar AS dan faktor eksternal lain juga perlu dipantau karena bisa memicu respons harga yang signifikan terhadap pasangan NZD.
Saran praktis untuk pelaku pasar adalah mengelola risiko secara hati-hati dan menyiapkan rencana trading jangka menengah. Pertahankan diversifikasi, hindari over-leverage, dan fokus pada konfirmasi arah kebijakan melalui rilis data berikutnya serta dinamika global yang relevan.