
Harga XAUUSD bergerak naik tipis sekitar 0,30% pada sesi Senin, menandai kelanjutan tes retracement di tengah situasi Iran–AS yang belum terselesaikan. Harga diperdagangkan di sekitar 4,726, setelah menyentuh level rendah harian 4,648. Pergerakan ini muncul meski dolar AS menguat tipis, menambah dinamika pada pasar komoditas.
Kenaikan ini terjadi ketika sentimen terhadap minyak dan permintaan safe-haven berpusat pada gejolak kawasan. Kendati risiko geopolitik meningkat, kilau logam berharga tetap terangkat oleh permintaan aset lindung nilai. Secara teknikal, pergerakan harga masih mempertahankan gain terbatas dan cenderung bergerak di kisaran.
Data-data lalu menunjukkan adanya dinamika permintaan properti dan program data ekonomi di AS yang menjadi fokus pasar, meski investor tetap menantikan rilis CPI dan PPI untuk petunjuk kebijakan. Menurut Cetro Trading Insight, faktor geopolitik memiliki dampak jangka pendek pada volatilitas, namun data inflasi akan menjadi penentu arah lebih luas. Trader tetap fokus pada peluang jangka pendek sambil menunggu kejelasan kebijakan moneter.
Ketegangan Iran memicu klaim reparasi perang, kendali Selat Hormuz, pembebasan dana, dan berakhirnya blokade Angkatan Laut AS. Semua isu ini meningkatkan risiko geopolitik dan menggerakkan harga minyak serta logam mulia secara tidak langsung. Pasar merespons dengan mengaitkan potensi eskalasi dengan peluang perlambatan ekonomi global.
Harga minyak mentah meroket karena peningkatan permintaan dan ketidakpastian, sementara DXY menguat menambah tekanan pada logam berharga. Pergerakan WTI menunjukkan kenaikan signifikan menyusul eskalasi, sementara dolar AS berada di level tinggi yang menguatkan logam mulia secara relatif. Ketegangan ini menambah volatilitas jangka pendek di pasar komoditas.
Data ekonomi AS pekan ini, termasuk CPI dan PPI yang akan dirilis, menjadi fokus utama para trader. Banyak analis memperkirakan bagaimana kebijakan Federal Reserve akan dipetakan ulang jika data inflasi menunjukkan tren tertentu. Morgan Stanley dan pasar uang memperkirakan jeda kenaikan suku bunga di tahun ini, menambah gambaran kehati-hatian bagi investor.
Dari sisi teknis, harga logam mulia menunjukkan pergerakan sideways dengan momentum yang relatif datar, meski beberapa sinyal RSI tetap bullish. Harga saat ini berada di bawah beberapa level resistensi kunci, termasuk moving average jangka menengah. Indikator teknikal menunjukkan peluang konsolidasi menuju level berikutnya dalam kisaran yang sempit.
Penting untuk watchlist jika harga mampu menembus 4,769–4,772 dan melanjutkan ke 4,800 sebagai target utama. Target tersebut disebutkan sebagai “milestone” di mana peluang breakout bisa muncul, dengan konfirmasi dari pergerakan rata-rata tahun. Breakout di atas 4,772 menandakan peluang eskalasi yang lebih lanjut.
Skenario downside menempatkan fokus pada dukungan di 4,700, dengan potensi bergerak ke 4,694 sebelum menghadapi swing low Mei di 4,500. Jika harga menembus bawah 4,700, risikonya bisa membalik sentimen pasar dalam beberapa sesi. Investor disarankan memperhatikan dinamika volatilitas dan memastikan rasio risiko/imbalan minimal 1:1.5.