
GBP/USD berada di area rendah dua minggu karena gabungan faktor negatif. Ketidakstabilan politik di Inggris terus mengguncang sterling, dengan banyak anggota Partai Buruh menyerukan pengunduran diri Perdana Menteri Keir Starmer setelah hasil pemilu lokal yang buruk. Momentum ini membatasi potensi penguatan pasangan mata uang ini.
Di sisi lain, dolar AS menguat didorong oleh ekspektasi kenaikan suku bunga Fed dan meningkatnya ketegangan di Iran. Data inflasi AS menambah dukungan bagi prospek kenaikan suku bunga, memperkuat status dolar sebagai mata uang cadangan. Secara gabungan, faktor-faktor ini menahan GBP/USD pada sisi bawahnya.
Harga saat ini berada di bawah level 1.3550 dan terlihat rentan melemah lebih lanjut. Kenaikan volatilitas masih menjadi ancaman. Menurut Cetro Trading Insight, gambaran fiskal dan geopolitik saat ini menambah tekanan berkelanjutan pada pasangan ini.
Dari sisi teknis, pergerakan GBP/USD tidak mampu mempertahankan kenaikan kecil dan tetap berada dalam kisaran sempit selama sesi Asia. Pasar memperlihatkan volatilitas rendah dengan support resistance terjaga di sekitar 1.3550 dan 1.3500. Ketika harga mencoba melonjak, aksi jual kembali mendorong pasar kembali ke rentang sempit tersebut.
Sentimen pasar didorong oleh persepsi bahwa peluang kenaikan suku bunga di AS masih membayangi. Pelaku pasar menilai sekitar 35% peluang kenaikan suku bunga 25 basis poin pada pertemuan Desember 2026, yang menambah daya tarik dolar. Faktor ini mempertajam bias bearish terhadap GBP/USD dalam jangka pendek.
Selain itu, dinamika geopolitik dapat menambah volatilitas harga. Pasar menantikan rilis data PPI AS sebagai pemicu gerak baru, sementara berita Timur Tengah berpotensi memicu volatilitas jangka pendek. Secara umum, arah utama tetap berat ke bawah jika faktor fundamentalis tetap mendominasi.
Ke depan, pergerakan GBP/USD akan sangat dipengaruhi oleh data ekonomi AS dan berita geopolitik. Fokus pada rilis US PPI serta dinamika hubungan AS-Iran akan menentukan volatilitas dan arah jangka pendek. Trader disarankan memantau level 1.3500-1.3550 sebagai panduan pergerakan.
Analisis sinyal trading berdasarkan isi artikel menunjukkan bahwa terdapat bias bearish yang jelas. Namun, karena tidak ada level masuk/keluar yang spesifik dan instrumen yang jelas, sinyal perdagangan tidak direkomendasikan pada saat ini. Disarankan untuk menjaga manajemen risiko yang ketat jika posisi terbuka di masa mendatang.
Penutupan: pandangan jangka menengah mengarah ke tekanan pada GBP/USD jika data AS terus memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga dan risiko politik di Inggris tetap mengganas. Ruang untuk perubahan tetap ada, jadi pembaruan analisis akan dilakukan bila ada perkembangan signifikan.