AI Investasi Dorong Pertumbuhan AS Meski Impor AI Tekan GDP Q4 2025

trading sekarang

Di tengah diskusi kebijakan dan inovasi, TD Securities melalui analis makro AS, Eli Nir, menyajikan gambaran rinci tentang bagaimana aktivitas terkait AI mempengaruhi GDP AS pada kuartal keempat 2025. Analisis ini menyoroti bahwa investasi tetap yang dipicu AI membantu memicu pertumbuhan meski ada lonjakan impor komputer dan semikonduktor yang menekan angka GDP secara headline. Pada Q4, kontribusi AI terhadap pertumbuhan GDP terlihat signifikan meski ia juga menekan melalui efek lain.

Menurut catatan tersebut, AI justru menekan pertumbuhan GDP sekitar 0.6pp karena dampak komponen lain yang terkait impor. Headline GDP tumbuh 1.4% secara q/q ar (annualized), sedangkan kontribusi AI menahan laju itu. Secara bersamaan, AI meningkatkan aktivitas investasi tetap, menandai pergeseran komposisi output menuju investasi berbasis teknologi.

Klaim utama lain adalah bahwa tanpa ledakan investasi AI, investasi tetap AS berpotensi kontraksi dan pertumbuhan GDP secara keseluruhan bisa lebih lemah. AI diperkirakan menyokong sekitar 87% pertumbuhan investasi tetap pada tahun 2025 secara keseluruhan, menunjukkan bagaimana AI menjadi pendorong utama pada dinamika laju investasi. Laporan ini juga menegaskan bahwa kontribusi AI terhadap investasi tetap di Q4 mencapai +0.7pp, terbesar sejak perhitungan dimulai.

Namun, adanya lonjakan impor yang didorong oleh pembelian terkait AI, seperti komputer dan semikonduktor, memberi tekanan pada GDP. Impor tersebut menyebabkan drag pada GDP sekitar -1.3pp pada Q4. Dalam konteks ini, meski investasi AI kuat, efek impor menegaskan bahwa sisi neto pertumbuhan tetap perlu dipertimbangkan.

Proporsi impor barang terkait AI meningkat secara signifikan; bagian komputer/semikonduktor di total impor barang naik menjadi 16.3% di Q4 2025 dari 7.5% pada 2023. Perubahan komposisi impor ini menyoroti tantangan rantai pasokan global dalam memanfaatkan dorongan teknologinya. Dampak ini memperkecil kontribusi positif AI terhadap pertumbuhan GDP secara headline.

Secara keseluruhan, kontribusi AI terhadap pertumbuhan GDP pada 2025 mendekati datar. Q4 2025 menunjukkan bahwa lonjakan impor AI terkait menandai transisi antara investasi berbasis AI dan biaya impor yang menekan angka GDP. Hasilnya, analis menilai bahwa pertumbuhan GDP secara total relatif kurang berubah dibandingkan tahun sebelumnya meski investasi AI tetap kuat.

Temuan ini menggarisbawahi bahwa AI berperan penting dalam pergeseran komposisi investasi AS. Kendati ada impor yang membebani, AI telah menjaga laju investasi tetap positif sehingga memperkuat kapasitas produksi di masa mendatang. Perkiraan bahwa AI telah menyokong sebagian besar pertumbuhan investasi tetap sepanjang 2025 menggarisbahi sinyal penting bagi kebijakan kebijakan fiskal maupun insentif inovasi.

Para analis menekankan pentingnya perhatian terhadap rantai pasokan global untuk menjaga efek positif AI terhadap GDP. Laju impor yang tumbuh pesat menuntut strategi diversifikasi sumber pasokan dan mitigasi risiko terkait biaya. Dalam konteks ini, para pemangku kepentingan perlu menilai bagaimana kebijakan moneter dan fiskal dapat mendukung investasi berkelanjutan tanpa membebani neraca perdagangan.

Di Cetro Trading Insight, kami menyoroti bahwa perubahan teknologi dan keterkaitannya dengan impor menuntut investor untuk memantau dinamika AI secara cermat. Meskipun AI memegang peran sentral dalam investasi tetap, ketergantungan terhadap impor barang AI mengajarkan kita bahwa pertumbuhan jangka panjang juga bergantung pada efisiensi rantai pasokan. Ke depan, fokus pada kebijakan yang mendorong inovasi dan stabilitas ekonomi tetap krusial.

broker terbaik indonesia