Base Metal rebound di tengah ketidakpastian tarif AS: analisis dampak pada tembaga dan pasar LME

trading sekarang

Analisis oleh ekonom Commerzbank, Thu Lan Nguyen, menunjukkan bahwa logam dasar menguat akibat ketidakpastian tarif AS dan pelemahan dolar AS. Beliau menyoroti potensi perpanjangan tarif sektoral terhadap baja, aluminium, dan tembaga yang dapat mendorong perusahaan AS meningkatkan impor tembaga dan menekan pasokan di pasar LME. Di saat yang sama, rencana untuk membatalkan sebagian tarif logam menunjukkan bahwa ekspansi tarif secara luas tidak pasti.

Tarif sektoral menjadi faktor utama yang membantu mengangkat harga logam dasar. Dolar yang lebih lemah juga menjadi pendukung teknis bagi pergerakan harga, meski tetap kekhawatiran terhadap tarif tetap relevan. Ketakutan mengenai kemungkinan pengenaan tarif sektoral baru juga berperan dalam dinamika pasar saat ini.

Presiden AS merespons putusan Mahkamah Agung yang menyatakan sebagian besar tarif yang dikenakan sebelumnya tidak sah dengan mengumumkan tarif flat global sebesar 15 persen. Namun, menurut dasar hukum yang dipakai, tarif tersebut baru berlaku selama 150 hari. Sementara itu, keputusan ini tidak secara langsung mencakup tarif sektoral untuk baja, aluminium, dan tembaga, sehingga masih ada peluang kebijakan tersebut diperluas di masa depan.

Fakta bahwa kebijakan belum secara eksplisit menegaskan perluasan tarif sektoral membuat para pelaku pasar tetap menimbang risiko. Terdapat peluang pemerintahan AS akan melanjutkan penerapan tarif terkait logam tertentu meskipun ada pelonggaran pada sebagian logam lain. Hal ini memicu fokus pada likuiditas dan aliran pasokan tembaga yang ada di luar wilayah AS.

Ketakutan expansion tariff mendorong perusahaan untuk mengimpor tembaga lebih banyak guna membangun stok. Langkah ini dapat mengurangi pasokan tembaga di luar AS dan sebaliknya meningkatkan tekanan harga di bursa LME. Namun, beberapa pengamat menunjukkan bahwa rencana pencabutan sebagian tarif aluminium dan baja bisa menahan dorongan ekspansi lebih lanjut.

Yang penting dicatat adalah perdebatan mengenai kebijakan tidak menutup kemungkinan perubahan setelah putusan tarif, sehingga investor terus memantau dinamika kebijakan dan respons pasar. Skenario cadangan pasokan serta perubahan regulasi bisa berperan besar dalam arah harga tembaga di pasar internasional.

Implikasi Strategi Perdagangan dan Risiko Kebijakan ke Depan

Para pedagang logam perlu memahami bahwa dinamika tarif berpotensi mengubah pola impor dan cadangan, sehingga strategi hedging dan timing masuk pasar menjadi kunci. Perubahan kebijakan dapat memicu perubahan arus modal antara pasar domestik dan internasional. Kedalaman analisis fundamental membantu menilai prospek jangka pendek tembaga di pasar global.

Jika ekspansi tarif benar-benar terjadi, pasokan tembaga akan lebih terpaut pada produksi global dan kekuatan dolar. Pasar bisa melihat tekanan kenaikan harga yang lebih lanjut di bursa internasional jika supply outside US terhambat. Dalam jangka menengah, volatilitas bisa meningkat seiring ketidakpastian kebijakan membentuk arah pasokan.

Investor disarankan memantau indikator kebijakan, aliran impor tembaga, serta dinamika pasokan LME. Konflik kepentingan antara regulasi, perdagangan internasional, dan permintaan industri dapat mempengaruhi daya tarik tembaga sebagai aset lindung nilai maupun komoditas siklis. Tetap fokus pada faktor fundamental yang mendasari pasar logam dasar.

broker terbaik indonesia