GBPJPY bergerak di atas rentang dua minggu pada perdagangan hari ini, didorong oleh pelemahan yen secara luas. Harga sekitar 210.45 menunjukkan aksi breakout dari kisaran yang sebelumnya menjadi rintangan bagi pergerakan pasangan ini. Menurut analisis Cetro Trading Insight, dinamika teknikal saat ini menandai pergeseran sentimen pasar yang dipicu kabar mengenai kebijakan Bank of Japan dan faktor pendorong mata uang Jepang.
Pergerakan ini muncul di tengah laporan bahwa Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengambil posisi lebih tegas dalam pembahasan dengan Gubernur BoJ Kazuo Ueda. Pasar menilai langkah itu sebagai sinyal potensi perubahan jalur kebijakan, meski tidak ada perubahan kebijakan yang resmi. Reaksi pasar terlihat pada lonjakan nilai tukar, meskipun arah jangka pendek masih belum jelas.
Sementara itu, fokus investor beralih ke pernyataan dan kesaksian para pejabat kebijakan. Pasar menantikan petunjuk lebih lanjut tentang kapan BoJ akan mempertimbangkan langkah berikutnya, termasuk potensi perubahan laju pembiayaan. Sementara itu, peluang bagi trader terlihat dari tekanan yen yang sedang berlangsung dan potensi reaksi terhadap sinyal BoJ untuk periode pendek.
Laporan Mainichi menyiratkan bahwa Takaichi mengambil sikap lebih keras dibandingkan pertemuan sebelumnya, menambah ketidakpastian mengenai jalur kebijakan BoJ. Sentimen ini menambah kompleksitas prediksi kapan BoJ akan menaikkan biaya pinjaman selanjutnya. Meski begitu, konteks umum menunjukkan yen tetap berada di bawah tekanan relatif terhadap mata uang utama lainnya.
Gubernur BoJ Kazuo Ueda menyatakan pertemuan itu sebagai pertukaran pandangan umum tentang perkembangan ekonomi dan keuangan, sambil menekankan bahwa tidak ada permintaan kebijakan kebijakan spesifik yang diajukan. Pernyataan ini mengarah pada gambaran pasar yang lebih berhati-hati terkait jadwal kenaikan suku bunga. Pasar menilai bahwa konteks saat ini memungkinkan kelonggaran waktu sebelum ada tindakan lebih lanjut.
Di sisi lain, data inflasi Januari yang menurun menambah dukungan bagi kebijakan “tahan diri” BoJ. Investasi pasar kini menimbang apakah kenaikan suku bunga akan dilanjutkan pada paruh kedua tahun ini. Sementara itu, fokus beralih ke data CPI Tokyo yang akan dirilis pada Jumat, yang diperkirakan memberi sinyal lebih lanjut tentang arah kebijakan jangka pendek.
Secara teknikal, breakout di atas rentang dua minggu menyediakan peluang bagi ekspansi kenaikan bagi GBPJPY jika momentum bertahan. Trader perlu memperhatikan area resistance berikutnya dan volatilitas yang dapat meningkat menjelang rilis data ekonomi penting. Gambaran umum menunjukkan peluang yang cukup menarik bagi para pelaku pasar mata uang jika harga menembus level berikutnya dengan kontekstual.
Untuk kerangka trading yang direkomendasikan, Tim Cetro Trading Insight menyarankan setup berikut: open di 210.45, stop loss pada 208.00, dan take profit pada 214.20. Rasio risiko-imbalan sekitar 1.53:1, memenuhi standar minimal 1:1.5. Disiplin manajemen risiko tetap menjadi kunci mengingat ketidakpastian kebijakan BoJ dan BoE.
Secara keseluruhan, pergerakan GBPJPY mencerminkan dinamika antara tekanan yen dan harapan terhadap kebijakan bank sentral. Trader dianjurkan memantau data CPI Tokyo dan kesaksian Bailey untuk memberikan konteks lebih lanjut serta menilai potensi arah jangka pendek pasangan ini.