Analisa Pasar Global: NFP AS Mendorong Dolar Turun, Peluang pada Logam Mulia

Analisa Pasar Global: NFP AS Mendorong Dolar Turun, Peluang pada Logam Mulia

Signal XAU/USDBUY
Open5092
TP5160
SL5060
trading sekarang

Data Nonfarm Payrolls (NFP) AS untuk Januari menunjukkan penambahan pekerjaan sebesar 130K, tingkat pengangguran turun menjadi 4,3%, dan pertumbuhan pendapatan per jam sekitar 3,7% secara tahunan. Angka-angka ini menguatkan kesan bahwa tenaga kerja AS tetap tahan banting meski narasi kebijakan moneter cenderung dovish.

IndikatorNilai
NFP Jan130K
Unemployment4.3%
Hourly Earnings3.7%
USDX≈96.80
USDJPY≈152.80
AUDUSD≈0.7130
Gold≈5092

Reaksi pasar mencerminkan ekspektasi terhadap kebijakan Fed di masa mendatang. DXY cenderung melemah meski data pekerjaan kuat, karena komite kebijakan tampak lebih fokus pada stabilitas inflasi dan pertumbuhan daripada pengetatan agresif.

Pergerakan ini juga menyiapkan landasan untuk deviasi volatilitas di pasar aset berisiko. Investor memperhatikan risiko terhadap imbal hasil obligasi dan beberapa faktor global yang bisa mengubah sentimen investor dalam beberapa sesi ke depan.

USDJPY berada di sekitar 152.80 mendekati level terendah dua pekan setelah kemenangan telak PM Jepang pada pemilu. AUDUSD berada di sekitar 0.7130, mendekati level tertinggi tiga tahun karena kinerja China CPI yang lebih kuat. GBPUSD terlihat relatif datar menjelang rilis flash GDP UK Q4.

Logam mulia menunjukkan respons yang terjaga terhadap pergerakan dolar, dengan fokus pada perlindungan nilai terhadap volatilitas. Kondisi pasar yang lebih defensif maupun optimistis keduanya bisa meningkatkan permintaan terhadap logam mulia tergantung arah data ekonomi selanjutnya.

Harga logam mulia saat ini mendekati 5092, memberikan peluang bagi pembeli jika sentimen pasar tetap didorong oleh lemah dollar dan tekanan inflasi yang moderat. Sinyal teknikal menempatkan peluang lebih lanjut sejalan dengan narasi fundamental yang mendukung pembelian.

Agenda hari ini mencakup UK GDP flash Q4, sementara esok hari ada RBNZ Inflation Expectations Q1, Swiss CPI, Eurozone flash GDP Q4, dan US January CPI. Data-data tersebut diperkirakan menambah volatilitas di pasar mata uang dan komoditas jika angka yang dirilis menyimpang dari ekspektasi.

Investor perlu memperhatikan respon kebijakan moneter dan permintaan global terhadap logam mulia serta risiko geopolitik. Pergerakan indikator inflasi domestik dan luar negeri akan mempengaruhi arah kebijakan bank sentral di masa mendatang.

Dengan fokus pada narasi dovish terhadap Fed, serta dinamika pasar tenaga kerja dan inflasi, peluang pada aset berisiko maupun logam mulia bisa berlanjut jika data baru memperkuat narasi tersebut.

broker terbaik indonesia