Laporan Nonfarm Payrolls untuk Januari menunjukkan tambahan 130 ribu pekerjaan, sementara tingkat pengangguran turun menjadi 4,3 persen, menandakan daya tahan tenaga kerja AS meski terdapat dinamika revisi pada data sebelumnya. Data ini menyoroti kekuatan pasar tenaga kerja dan berperan sebagai pendorong utama bagi dinamika nilai tukar euro versus dolar.
Sejumlah detail menunjukkan bahwa sektor swasta menjadi kontributor utama perekrutan dengan 172 ribu posisi baru, sementara pekerjaan publik berkurang 42 ribu. Perbedaan komposisi ini mencerminkan fokus sektor swasta dalam menjaga momentum pekerjaan meskipun ada penyesuaian di birokrasi publik.
Kenaikan tenaga kerja ini memperkuat argumen bagi kebijakan moneter yang lebih hawkish, sehingga pasangan EURUSD terdorong melemah. Menurut analisis Cetro Trading Insight, pasar menilai risiko pemotongan suku bunga menjadi lebih tertunda seiring data tenaga kerja yang kuat dan komentar pejabat regulators yang cenderung menahan langkah pelonggaran.
Dalam grafik harian, EUR/USD diperdagangkan sekitar 1.1885, turun 0,07% pada penulisan. Rata-rata pergerakan sederhana (SMA) yang miring naik berada di bawah harga saat ini, menjaga sentimen teknikal jangka pendek tetap positif meski berada di bawah resistance utama.
Garis dukungan dinamis terlihat sekitar 1.1751, sementara garis tren naik yang berasal dari 1.1585 memberikan dukungan dekat di sekitar 1.1818. Sisi resistance dibatasi oleh garis tren turun sejak 1.2082 dengan level 1.1916 menjadi batas atas yang perlu ditembus untuk perbaikan lebih lanjut.
Close harian di atas resistance 1.1916 akan memperkuat pemulihan; jika harga menembus turun melewati garis tren dukungan, potensi koreksi menuju sekitar 1.1751 atau area moving average. Struktur teknis menunjukkan fondasi untuk tengara penurunan jika momentum berubah, meskipun saat ini sinyalnya masih berimbang.
Sinyal trading yang dihasilkan berdasarkan konteks ini adalah jual (sell) pada EURUSD dengan level terbuka sekitar 1.1885. Stop loss sekitar 1.1935 dan take profit sekitar 1.1770, menciptakan potensi risiko-imbalan sekitar lebih dari 1:2, sesuai prinsip manajemen risiko.
Manajemen risiko perlu memperhatikan data ekonomi lanjutan dan revisi NFP berikutnya, karena perubahan data bisa membalikkan arah pasar. Pertimbangkan penyesuaian level TP/SL atau melakukan exit jika pergerakan harga bergerak melawan rencana secara signifikan.
Rencana eksekusi perdagangan ini dapat disesuaikan jika harga menembus level teknis kunci, dan evaluasi berkala diperlukan untuk menilai kenyataan fundamental yang berubah. Sumber analisis dan interpretasi disampaikan oleh Cetro Trading Insight.