Rabobank melalui analis FX senior Jane Foley membahas data inflasi Swiss terbaru dan implikasinya bagi kebijakan bank sentral. Data CPI Swiss yang lebih rendah dari ekspektasi menunjukkan bahwa tekanan untuk memangkas suku bunga di bawah nol berkurang. Hal ini membuka peluang bagi SNB untuk mempertahankan kebijakan akomodatif sambil menimbang risiko fiskal dan stabilitas harga.
Foley menyoroti bahwa intervensi mata uang yang kredibel serta permintaan aset berlindung (safe-haven) tetap menjadi faktor penopang bagi CHF. Kendati volatilitas di pasar valuta asing meningkat, tingkat kepercayaan terhadap langkah SNB dan kekuatan arus investasi defensif membuat CHF tetap relatif kuat.
Meski demikian, ia memperkirakan adanya potensi pergerakan turun pada pasangan EURCHF menuju kisaran sekitar 0.90 dalam beberapa bulan ke depan. Karena data Swiss menunjukkan pemulihan inflasi yang terbatas dan dinamika suku bunga ECB yang mendekat, pergerakan ini tampaknya lebih didorong oleh faktor fondamental ketimbang teknikal.
Dalam konteks volatilitas suku bunga, ekspektasi kenaikan suku bunga ECB diakui berpotensi memberi dukungan bagi EUR terhadap CHF secara teoritis. Namun Foley menekankan bahwa ancaman intervensi FX dari SNB cenderung memberi leverage lebih besar dalam menggerakkan EURCHF menjauh dari level terendah akhir bulan lalu.
Terlepas dari faktor tersebut, arus safe-haven dan upaya diversifikasi tetap menjaga CHF berada pada posisi yang relatif kuat dalam jangka pendek. Pergerakan pasar menunjukkan bahwa risiko kebijakan SNB dan dinamika imbal hasil global menjadi penentu utama arah pasangan EURCHF.
Secara keseluruhan, proyeksi menyiratkan CHF yang tetap solid dengan potensi EURCHF turun menuju 0.90 dalam beberapa bulan ke depan, meskipun data inflasi Swiss masih menunjukkan pemulihan yang sedang berlangsung.
| Level kunci | EURCHF |
|---|---|
| Open | 0.93 |
| Target (TP) | 0.90 |
| Stop Loss | 0.94 |
Artikel ini disusun oleh Cetro Trading Insight.