Arus FX LatAm Menguat, EMEA Tertekan: Tekanan Fiskal di CEE dan Afrika Jadi Fokus Carry Trade

Arus FX LatAm Menguat, EMEA Tertekan: Tekanan Fiskal di CEE dan Afrika Jadi Fokus Carry Trade

trading sekarang

Menurut Geoff Yu, Strategi Makro EMEA dari BNY, arus FX antara LatAm dan EMEA menunjukkan divergensi yang tajam. LatAm mencatat inflow dalam enam bulan terakhir, sedangkan EMEA mengalami tekanan jual terkuat dalam enam bulan. Fenomena ini mencerminkan perbedaan besar dalam likuiditas dan dinamika pasar antara kawasan Amerika Latin dan EMEA.

Indeks iFlow Carry menunjukkan bahwa kepemilikan mata uang berimbal tinggi perlahan menurun. Namun, faktor pendorongnya berbeda di setiap wilayah: mata uang APAC dengan imbal hasil rendah dan euro berperan membantu pembalikan. Tekanan carry sebagian besar tertuju pada mata uang di CEE dan Afrika, meski klaster tersebut masih memegang kepemilikan relatif kuat.

Arus LatAm menunjukkan lonjokan paling besar dalam enam bulan dan tetap lebih tahan dibandingkan mata uang negara berkembang lain. Berbeda dengan itu, wilayah EMEA menghadapi periode penjualan terkuat dalam enam bulan. Ketika valuasi kurs dan kepemilikan nyaris mencapai ekstrem, peluang mendapatkan keuntungan dari carry cenderung menurun sehingga investor perlu berhati-hati tambahan.

Inti pesan pasar saat ini adalah perlunya trimming carry holdings karena risiko fiskal dominan dan risiko politik yang meningkat di CEE serta Afrika. Meskipun ada potensi imbal hasil lebih tinggi pada beberapa mata uang, volatilitas dan ketidakpastian kebijakan menambah risiko bagi posisi carry yang panjang. Secara umum, investor perlu menekankan manajemen risiko dan diversifikasi.

Bar untuk profit-taking terlihat relatif rendah karena valuasi dan kepemilikan sudah mendekati level ekstrem. Kondisi volatilitas yang masih tinggi bisa memberi peluang bagi pelaku pasar untuk mengambil posisi secara bertahap saat kondisi pasar stabil. Trader disarankan menilai risiko secara berkala dan menyesuaikan eksposur carry secara bertahap.

Untuk pelaku FX, fokus utama adalah mengikuti aliran uang, pernyataan kebijakan moneter, dan perkembangan politik di CEE serta Afrika. Pemantauan terhadap pergerakan pasangan kurs utama seperti EURUSD juga penting, meski carry berada dalam fokus risiko. Dengan disiplin manajemen risiko, trimming carry secara bertahap bisa menjadi bagian dari strategi adaptif menghadapi volatilitas pasar.

broker terbaik indonesia