Menurut rangkuman dari Cetro Trading Insight, USD/KRW telah bergerak lebih rendah karena melemahnya dolar AS, didorong oleh penguatan yen (JPY) dan sentimen pro-risiko di pasar global. Arus modal asing yang masuk ke pasar Korea juga meningkat, dengan pembelanjaan mencapai sekitar USD 1,018 miliar minggu ini, yang turut menopang apresiasi KRW terhadap dolar. Dampak inflow ini terlihat pada dinamika aliran modal yang memperkuat pijakan mata uang Korea.
Analisis ini menekankan bahwa pergerakan tersebut bukan sekadar respons teknikal jangka pendek, melainkan bagian dari potensi pemulihan nilai tukar KRW. Kondisi pasar yang lebih optimistis telah mengurangi tekanan terhadap biaya impor dan meningkatkan daya saing ekspor negara tersebut. Secara keseluruhan, momentum ini memberikan sinyal positif bagi mata uang KRW jika arus modal tetap kuat di tengah lingkungan risiko yang relatif terjaga.
Analisis OCBC yang dirangkum oleh Cetro Trading Insight menyoroti bahwa fondamen ekonomi Korea tetap kuat, dengan siklus AI pada sektor elektronik dan permintaan ekspor semikonduktor yang solid. KOSPI juga menunjukkan kinerja yang lebih baik dibandingkan wilayah sekitarnya, menambah dukungan terhadap pemulihan KRW dalam beberapa minggu ke depan.
Faktor fundamental utama yang menjadi penopang KRW adalah siklus AI pada elektronik dan kebutuhan ekspor semikonduktor yang masih kuat. Perkembangan teknologi yang makin agresif mendorong permintaan output manufaktur Korea, yang pada akhirnya berkontribusi pada penilaian positif terhadap mata uang lokal. Data ini juga membantu menjelaskan mengapa KRW mendapatkan dukungan meskipun kondisi global masih dinamis.
Selain itu, laporan menunjukkan bahwa permintaan ekspor dalam sektor terkait mengalami lonjakan signifikan. Dalam sepuluh hari pertama periode ini, ekspor elektronik dan komponen terkait mencatat peningkatan YoY sebesar lebih dari empat puluh persen. Angka tersebut menambah keyakinan bahwa siklus produksi dan permintaan luar negeri berada pada jalur yang mendukung KRW lebih lanjut.
Presiden Korea, Lee, sebelumnya menyampaikan target bahwa USDKRW dapat turun ke sekitar 1400 dalam satu hingga dua bulan ke depan, sebuah aspirasi yang ia sampaikan dalam sebuah konferensi pers pada 21 Januari. Walaupun ini bukan jaminan, narasi tersebut memperkuat ekspektasi pemulihan KRW dan menjadi bagian dari kerangka analitis yang dipantau para pelaku pasar.
Dengan dukungan dari fundamental yang kuat dan aliran modal yang berkelanjutan, USD/KRW berpotensi melanjutkan penurunan sesuai momentum saat ini. Penurunan ini menandai kehendak pasar untuk menyesuaikan diri terhadap nilai tukar yang lebih seimbang seiring perbaikan profil ekonomi Korea. Investor juga mencermati dinamika eksternal seperti kebijakan moneter global yang berdampak pada arus modal masuk.
Segi teknikal dan sentimen pasar menunjukkan bahwa pergerakan ini tidak berdiri sendiri, melainkan beriringan dengan performa indeks utama seperti KOSPI. Karena itu, reputasi Korea sebagai negara dengan pertumbuhan teknologi tinggi tetap menjadi faktor penentu utama arah mata uangnya dalam jangka menengah. Para pelaku pasar disarankan untuk menimbang risiko geopolitik, volatilitas global, serta kebijakan moneter domestik yang bisa memicu perubahan sentimen secara tiba-tiba.
Walau prospek jangka menengah terlihat positif, risiko tetap ada terkait kebijakan moneter dan dinamika eksternal. Narasi target 1400 USDKRW dalam 1–2 bulan mencerminkan ekspektasi pasar, namun perlu diwaspadai bahwa perubahan kebijakan atau gejolak pasar bisa mengubah arah pasangan ini. Secara keseluruhan, kajian ini menekankan fokus pada fundamental ekonomi Korea, aliran modal, dan dinamika teknikal sebagai pilar utama pandangan pasar ke depan.