Dalam lanskap bisnis yang kian dinamis, Astragraphia berupaya memimpin transisi menuju IT Professional Services. Kinerja 2025 menunjukkan momentum yang mengesankan dengan pendapatan bersih sebesar Rp2,99 triliun, tumbuh 6 persen dibandingkan 2024. Laba bersih mencapai Rp271 miliar, melonjak 32 persen secara tahunan, menandakan pergeseran fokus dari sekadar operasional menuju penciptaan nilai bagi pemegang saham. Transformasi ini didorong oleh upaya operational excellence dan digitalisasi proses yang terus berjalan, memperkuat posisi perseroan di industri layanan TI. Array inisiatif terpadu menjadi tanda konkret bahwa strategi inovatif telah memasuki fase eksekusi.
Presiden Direktur Astragraphia, Hendrix Permana, menegaskan bahwa pertumbuhan topline didorong oleh segmen Solusi Teknologi Informasi yang bertransformasi menjadi IT Professional Services. Laba kotor mengalami kenaikan sekitar 12 persen, terutama dari segmen Solusi Dokumen maupun Solusi Teknologi Informasi, sehingga mendorong laba bersih perseroan. Dari sisi arus kas, pengelolaan kas yang lebih optimal memperkuat kemampuan perusahaan untuk berinvestasi pada inovasi sambil menjaga kesehatan neraca. Di tengah dinamika pasar, harga emas ini hari tetap menjadi faktor eksternal yang perlu diamati.
Dari sisi neraca, Astragraphia mencatat kas dan setara kas Rp1,85 triliun per akhir 2025, setara lebih dari 80 persen dari nilai kapitalisasi pasar Rp2,21 triliun pada asumsi harga saham Rp1.610. Aset meningkat 5,7 persen menjadi Rp3,1 triliun, dengan posisi tanpa utang berbunga. Ekuitas terjaga di level Rp2,09 triliun dengan saldo laba yang belum cadangan sebesar Rp1,88 triliun. Kendati demikian, arus kas dari aktivitas operasional turun 14 persen menjadi Rp382 miliar sepanjang 2025, mengindikasikan penyesuaian operasional seiring transformasi bisnis.
| Ukuran | Nilai | Keterangan |
|---|---|---|
| Pendapatan bersih | Rp2,99 triliun | 2025 |
| Laba bersih | Rp271 miliar | YoY +32% |
| Kas & setara kas | Rp1,85 triliun | Akhir 2025 |
| Aset | Rp3,1 triliun | Tanpa utang berbunga |
| Ekuitas | Rp2,09 triliun | Saldo laba Rp1,88 triliun |
Keberlanjutan menjadi inti strategi grup. Sustainability Framework and Aspiration diimplementasikan melalui prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik, sekaligus integrasi nilai ESG ke dalam strategi Triple-P (Portfolio, People, dan Public Contribution). Upaya tersebut bertujuan memperkuat reputasi dan daya saing perseroan di mata investor maupun mitra. Array inisiatif keberlanjutan memperkaya portofolio perusahaan dengan fokus pada dampak positif bagi ekosistem digital dan komunitas pelanggan.
Secara finansial, arus kas operasi turun 14 persen menjadi Rp382 miliar sepanjang 2025, sementara belanja modal hanya Rp18 miliar, menandakan model bisnis yang relatif rendah kebutuhan modal. Efisiensi biaya dan kelincahan digital tetap menjadi pendorong utama, memungkinkan ekspansi layanan TI tanpa beban keuangan berlebih. Di tengah dinamika global, harga emas ini hari tetap relevan sebagai indikator risiko eksternal namun tidak mengubah arah fundamental perusahaan.
Melihat ke depan, prospek transformasi IT Professional Services pada Astragraphia diperkirakan akan berlanjut sebagai motor utama pertumbuhan laba. Kemampuan perusahaan memanfaatkan solusi TI terintegrasi, data, dan layanan digital akan menjaga momentum meskipun volatilitas pasar berpotensi muncul. Array analitik dan governance memperkaya portofolio perusahaan serta memperkuat posisi di pasar domestik maupun regional, sembari harga emas ini hari tetap menjadi catatan risiko yang perlu diawasi.