
Sejak pengumuman kerangka kerja antara Washington dan Tehran, pasar mata uang global menunjukkan reaksi positif. Investor menilai kemajuan negosiasi sebagai langkah meredakan ketegangan geopolitik dan memberi sinyal stabilitas bagi pasar keuangan. Hal ini mendorong minat terhadap aset berisiko, termasuk pasangan mata uang AUDUSD.
AUDUSD naik didorong oleh pelemahan dolar AS dan perubahan sentimen risiko. Indeks dollar (DXY) turun sekitar 0,3 persen, memberikan tekanan yang menenangkan bagi mata uang berisiko. Pelaku pasar juga menyoroti pernyataan dari kedua pihak yang mengandung optimisme meski rincian teknis belum terungkap secara rinci.
Analisis dari Cetro Trading Insight menyoroti fokus pada kebijakan moneter RBA serta rilis data inflasi Australia yang akan datang. Pergerakan harga dipengaruhi oleh dinamika minyak mentah dan imbasnya terhadap likuiditas pasar global. Secara keseluruhan, kerangka kerja ini menambah dasar bagi AUD untuk mempertahankan tekanan pembelian dalam beberapa sesi mendatang.
US Dollar Index (DXY) melemah sekitar 0,3% dan menimbang ekspektasi risiko yang lebih tinggi. Pelemahan dolar memberi dukungan pada mata uang sensitif risiko seperti AUD dan kelompok komoditas. Peristiwa geopolitik yang lebih jelas mengurangi risiko global sehingga pasar beralih ke narasi pertumbuhan ekonomi.
Harga minyak turun tajam; WTI turun sekitar 5% sejalan dengan ekspektasi pasokan global yang lebih stabil. Investor menilai bahwa risiko terkait gangguan pasokan di Timur Tengah berkurang, menurunkan premi perlindungan atas energi. Pergerakan minyak juga berdampak pada sentimen risiko secara luas.
Rangkaian dampak tersebut memperkuat potensi AUD untuk menguat lebih lanjut jika kondisi risk-on terus berlanjut. Namun, para analis mencatat bahwa arah jangka pendek tetap bergantung pada data ekonomi Australia dan pernyataan otoritas moneter. Pasar menunggu konfirmasi dari RBA mengenai jalur kebijakan ke depan.
Pasar menantikan keputusan RBA pada Selasa mendatang. Kebanyakan trader memperkirakan bank sentral akan mempertahankan suku bunga di level 4,35 persen. Fokus pada komentar Gubernur Michele Bullock untuk memahami isyarat arah kebijakan di bulan-bulan mendatang.
Jalur kebijakan yang lebih menenangkan menambah peluang bagi AUD untuk mempertahankan potensi kenaikan. Pasar mengasumsikan bahwa tekanan inflasi domestik masih perlu diwasadai, namun risiko pengetatan lebih lanjut tampaknya menurun di masa dekat. Pergerakan mata uang sangat rentan terhadap data inflasi dan dinamika output ekonomi Australia.
Data inflasi May Australia yang dijadwalkan rilis 24 Juni akan menjadi katalis utama. Angka CPI lebih tinggi dari ekspektasi bisa menambah tekanan pada kebijakan moneter; angka di bawah ekspektasi dapat menurunkan bias kenaikan tahun ini. Cetro Trading Insight menilai bahwa skenario teknikal tetap mengandung peluang bagi AUD jika data inflasi memberi sinyal kejutan positif terhadap prospek kebijakan.