AUD/USD menembus level kunci 0.7000 pada Selasa dan terpantau berada di sekitar 0.6990. Penurunan sekitar 1.36% mencerminkan koreksi menengah terhadap Australian dollar seiring kuatnya greenback. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight.
Indeks Dolar AS DXY menguat sekitar 0.8% dan mendekati 99.40, tertinggi dalam lebih dari satu bulan. Pergerakan ini didorong arus masuk menuju aset lindung nilai di tengah kekhawatiran atas eskalasi di Timur Tengah.
RBA menegaskan sikap hawkish namun tetap waspada terhadap inflasi, dengan pasar menilai peluang kenaikan suku bunga 25 basis poin pada pertemuan Maret meskipun ada tekanan pada harga energi dan volatilitas geopolitik. Katalis ini menambah tekanan pada AUD namun berbeda intensitasnya di pasar global.
Secara teknis, pelemahan AUD muncul setelah break di bawah 0.7000, membentuk pola tekanan turun yang meningkatkan probabilitas lanjutnya koreksi. Harga sekarang mengarah pada level multi minggu yang lebih rendah, memperkuat narasi teknikal bearish bagi pasangan ini.
Indikator pasar menunjukkan peningkatan permintaan terhadap USD dengan DXY di sekitar 99.40, mendukung ekspektasi pergerakan sideways lebih lanjut menuju dukungan teknikal di sekitar 0.6900. Kondisi ini membuat trader fokus pada peluang reaksi harga di bawah level 0.7000.
Dengan pasar menilai Fed tidak akan memangkas suku bunga secara agresif pada sisa tahun ini, yield US tetap menjadi potensi pelindung risiko utama. Kondisi ini menjaga AUD di bawah tekanan, terlebih jika risiko aversi meningkat seiring perkembangan geopolitik.
RBA mempertahankan sikap restriktif dan menyatakan bahwa kenaikan suku bunga tetap mungkin jika inflasi menguat. Pernyataan ini menambah bobot terhadap narasi hawkish meski ada risiko energi yang lebih tinggi akibat konflik regional. Pasar menilai kebijakan RBA sebagai faktor penting bagi arah AUD.
Menurut beberapa analis, kenaikan imbal hasil Australia dapat memberikan dukungan terhadap AUD dalam jangka pendek, namun risiko risiko aversi global yang berlarut bisa menahan aset berisiko termasuk mata uang komoditas seperti AUD. Ketidakpastian geopolitik tetap menjadi faktor utama.
Rilis data PMI Services Australia dan Produk Domestik Bruto Q4 pekan ini menjadi fokus utama. Hasilnya bisa mengubah jalur kebijakan RBA dan memperbarui ekspektasi terhadap laju suku bunga, dengan potensi dampak besar bagi pasangan AUDUSD.