AUD/USD Kekuatan AUD Didukung RBA Menjelang Rilis Data NFP dan Ketidakpastian The Fed

AUD/USD Kekuatan AUD Didukung RBA Menjelang Rilis Data NFP dan Ketidakpastian The Fed

Signal AUD/USDBUY
Open0.696
TP0.708
SL0.690
trading sekarang

AUD/USD memanfaatkan pelemahan dolar AS untuk mencoba mengangkat kembali momentum. Pada perdagangan Eropa, pasangan ini naik mendekati level pembukaan sekitar 0,6960. Meski secara umum dolar tetap mendapat dukungan, pergerakan volatil di pasar mata uang tetap relevan. Menurut Cetro Trading Insight, volatilitas pasangan ini cukup tinggi karena dinamika kebijakan moneter dan komentar pejabat bank sentral.

Indeks Dolar AS DXY turun ke sekitar 97,00 meski secara keseluruhan cenderung tetap kuat karena minat investor terhadap dolar tetap ada. Sinyal ini muncul seiring berita bahwa Kevin Warsh dinominasikan sebagai Ketua Fed, dan banyak analis menilai bahwa ia tidak akan mendorong pemotongan suku bunga dengan cepat. Investor menilai bagaimana NFP AS bulan Januari akan mempengaruhi jalur kebijakan ke depan.

Di sisi Australia, perhatian pasar tertuju pada RBA yang akan mengumumkan kebijakan OCR pada hari Selasa mendatang. Ekspektasi pasar adalah kenaikan 25 basis poin menjadi 4% untuk menjaga inflasi tetap terkendali. Laju inflasi tahunan Australia tercatat 3,6% di kuartal terakhir 2025, lebih tinggi dari 3,2% sebelumnya, mendukung nuansa pengetatan kebijakan yang lebih lanjut.

Penunjukan Warsh sebagai Ketua Fed menambah dimensi baru bagi dinamika dolar. Banyak analis melihat bahwa kebijakan moneter AS berpotensi lebih hati-hati terhadap pemotongan suku bunga, sehingga dolar bisa tetap kuat. Hal ini membawa tantangan bagi aset berisiko namun juga peluang bagi instrumen lindung nilai di pasar finansial.

Pemikiran bahwa Warsh menolak QE dan cenderung mendukung dolar bisa memperlambat laju pelonggaran kebijakan The Fed. Pasar memantau sinyal dari pejabat The Fed serta perilaku pasar obligasi untuk menilai arah suku bunga ke depan. Volatilitas di pasar mata uang diperkirakan akan tetap tinggi seiring dinamika kebijakan.

Rilis Nonfarm Payroll NFP bulan Januari menjadi acuan utama bagi ekspektasi ke depan atas kebijakan moneter AS. Data yang lebih kuat bisa menambah dukungan untuk dolar, sementara data yang lemah berpotensi melemahkan daya tarik greenback. Dalam konteks AUDUSD, pergerakan ini menambah kompleksitas bagi pelaku pasar karena berbagai faktor global saling berinteraksi.

RBA diperkirakan akan menaik OCR sebesar 25 bp menjadi 4% pada hari Selasa. Langkah ini dimaksudkan untuk menahan tekanan inflasi dan menjaga stabilitas harga. Dampaknya terhadap AUDUSD akan bergantung pada respons pasar terhadap langkah pengetatan tersebut.

Laju inflasi Australia mencapai 3,6% YoY di kuartal terakhir 2025, lebih tinggi dari 3,2% sebelumnya. Angka ini menambah justifikasi bagi kebijakan pengetatan meskipun ada risiko dampak pada pertumbuhan. Investor menilai bagaimana OCR yang lebih tinggi akan mempengaruhi sentimen terhadap AUD dalam beberapa sesi mendatang.

Pasangan AUDUSD diperkirakan berada dalam bias campuran hingga data ekonomi AS lebih jelas. Jika RBA memenuhi ekspektasi dan data NFP AS menunjukkan arah yang jelas, peluang bagi AUD untuk melanjutkan momentum bisa meningkat. Namun, volatilitas tetap tinggi karena faktor kebijakan global masih saling mempengaruhi.

broker terbaik indonesia