AUD/USD menguat lagi, diperdagangkan sekitar 0.7090 pada saat penulisan, dengan lonjakan mendekati satu persen hari ini. Pergerakan tersebut didorong oleh permintaan terhadap AUD yang cenderung mengikuti siklus global, di tengah membaiknya sentimen risiko secara umum. Para pelaku pasar tetap memperhatikan faktor eksternal yang bisa memicu volatilitas dalam beberapa sesi ke depan.
Gubernur RBA Michele Bullock menekankan bahwa bank sentral perlu menjaga kebijakan yang lebih ketat karena ekonomi Australia menunjukkan kapasitas yang lebih sempit dari dugaan. Komentar itu memperkuat narasi hawkish dan mendukung AUD terhadap sejumlah pasangan utama. Sinyal kebijakan yang lebih tegas memperkuat ekspektasi bahwa siklus pengetatan bisa bertahan lebih lama dari yang diperkirakan sebelumnya.
Di sisi domestik, belanja rumah tangga Desember turun 0.4% MoM, melampaui raport negatif pasar, dan pertumbuhan tahunan melambat menjadi 5%, terendah dalam empat bulan terakhir. Angka-angka ini mencerminkan dampak biaya hidup dan tingkat suku bunga yang tinggi terhadap penggunaan rumah tangga serta proyeksi pertumbuhan yang lebih moderat.
Dolar AS tertekan, dengan indeks DXY berada di sekitar 97.00 pada saat ini. Pelemahan greenback memberikan dukungan bagi aset berisiko seperti AUDUSD, terutama jika sentimen pasar tetap positif. Pergerakan ini menunjukkan dinamika antara ekspektasi pelonggaran kebijakan Fed dan risiko global yang sedang berlangsung.
Investor tetap memperhatikan arah kebijakan perdagangan AS serta potensi perubahan pada independensi Federal Reserve. Proyeksi dua pemangkasan suku bunga pada tahun ini menambah tekanan terhadap USD, dan pasar menantikan rilisan data ekonomi AS untuk menilai jalur kebijakan di masa mendatang.
Data pekerjaan Desember serta JOLTS menunjukkan penurunan signifikan dalam lowongan pekerjaan, sementara pertumbuhan upah privat di bawah prediksi. Informasi ini memberi sinyal penting bagi arah jangka pendek AUDUSD, karena pasar menunggu laporan pekerjaan Januari dan data inflasi yang akan menggiring pergerakan pasangan mata uang tersebut.
Faktor geopolitik turut membentuk risk appetite. Berita pembicaraan nuklir Iran-AS dilaporkan menunjukkan kemajuan meski masih ada perbedaan. Di panggung global, pertemuan lanjutan direncanakan, yang berpotensi meredakan tensi regional dan memberikan dukungan bagi aset berisiko secara umum.
Pasar menilai data AS mendatang, terutama laporan kerja Januari dan inflasi, sebagai kunci arah jangka pendek AUDUSD. Ketidakpastian terkait kebijakan moneter global membuat peluang trading tetap dinamis, tetapi juga menuntut manajemen risiko yang tepat.
Cetro Trading Insight menilai bahwa AUDUSD berpotensi melanjutkan tren kenaikan jika risiko global tetap terkendali dan USD tetap berada pada jalur melemah. Meskipun volatilitas bisa meningkat menjelang rilisan utama, skenario buy dengan rasio risiko-keuntungan yang memadai tetap relevan untuk strategi trading jangka pendek hingga menengah.