EUR/USD menguat lebih dari 0,8% pada pembukaan pekan ini, mengikuti pelemahan dolar AS. Laporan bahwa otoritas China mendorong institusi keuangan untuk meredam eksposur pada obligasi pemerintah AS memicu volatilitas di pasar obligasi dan meningkatkan daya tarik aset berisiko. Indeks dolar AS (DXY) merosot ke level terendah enam hari, meskipun data AS yang dirilis terbatas.
Sentimen risiko yang lebih positif juga didorong oleh kemenangan pemimpin di Jepang yang memperkuat ekspektasi pemulihan global. Investor menimbang implikasi kebijakan dan aliran modal menuju mata uang dan aset berisiko. Alhasil, EUR/USD bergerak lebih tinggi dari level sebelumnya meskipun tekanan dari data ekonomi AS masih terbatas.
Di tengah agenda ekonomi AS pekan ini, fokus beralih pada data Penjualan Ritel, Indeks Biaya Tenaga Kerja, dan komentar pejabat Fed yang bisa menggeser ekspektasi kebijakan. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight untuk memberikan gambaran menyeluruh terkait peluang trading hari ini. Tekanan dan peluang di pasar tetap bergantung pada bagaimana pasar merespon rilis data mendatang.
Secara teknikal, EUR/USD terlihat netral hingga sedikit bullish karena pasangan ini berupaya mempertahankan momentum sesudah menembus level 1.1900. Pasangan ini perlu menembus 1.2000 secara konsisten untuk mengangkat peluang tren naik yang lebih luas. RSI menunjukkan perbaikan momentum meskipun belum memasuki zona overbought.
Level teknikal penting mencakup high harian di sekitar 1.1926 dan puncak tahunan di 1.2079. Jika EUR/USD mampu menembus 1.2000 secara jelas, target berikutnya bisa berada di kisaran 1.2040–1.2060 menjelang potensi peregangan ke puncak historis. Skenario ini menambah potensi upside yang lebih lanjut bila dipicu faktor fundamental mendukung.
Sebaliknya, jika pasangan tidak mampu bertahan di atas 1.1900, evaluasi turun menuju 1.1800 dan kemudian 1.1786 sebagai referensi rata-rata pergerakan 20 hari. Konfirmasi melemahnya harga di bawah 1.1900 akan memperkuat bias korektif dan menambah tekanan pada level 1.1700 dalam skenario yang lebih luas.
Rilis data Penjualan Ritel AS dan Indeks Biaya Tenaga Kerja akan menjadi katalis utama untuk arah pasar dalam beberapa sesi mendatang. Didukung oleh komentar pejabat ECB, pergerakan EUR/USD bisa didorong ke arah yang lebih jelas sesuai bagaimana data AS memicu sentimen pasar dan bagaimana pernyataan kebijakan ECB menimbang risiko inflasi.
Di sisi kebijakan, Presiden ECB Christine Lagarde dan pejabat lain menegaskan komitmen pada target inflasi 2% dan kesiapan menyesuaikan kebijakan jika diperlukan. Ketidakpastian seputar lintasan suku bunga membuat analis menimbang potensi perubahan sikap kebijakan pada pertemuan berikutnya.
Rencana trading yang direkomendasikan adalah mengambil posisi buy pada EUR/USD jika harga bertahan di atas 1.2000 dengan konfirmasi breakout, menargetkan sekitar 1.2040–1.2060 dan menempatkan stop loss di sekitar 1.1860. Rasio risiko-imbalan di skenario ini diperkirakan lebih dari 1:1,5, memenuhi kriteria untuk strategi trading yang prudent.