AUD/USD menguat perlahan menuju sekitar 0.7120-0.7130, setelah semalam menyentuh 0.7128, dan tetap berada di atas level 0.7095. Pasangan mata uang ini menunjukkan ketahanan di tengah duel sentimen antara pelaku pasar dan data ekonomi terkini. Investor menantikan rilis data NFP AS serta laporan ekspektasi inflasi konsumen Australia untuk mengarahkan arah berikutnya.
Kinerja ritel AS Desember dilaporkan stagnan, bertolak belakang dari ekspektasi 0.4% kenaikan. Hal ini menambah tekanan pada dolar AS karena menandai pelemahan konsumsi rumah tangga. Selain itu, ukuran inti penjualan ritel turun 0.1%, dan revisi November menunjukkan kenaikan hanya 0.2% dari angka 0.4% sebelumnya.
Pada Rabu ini, pasar menantikan laporan Nonfarm Payrolls (NFP) AS untuk Januari. Proyeksi mengindikasikan penambahan sekitar 70 ribu pekerjaan dengan tingkat pengangguran mantap di sekitar 4.4% dan laju upah tahunan 3.6%, lebih rendah dari Desember. Data saat ini menambah nada disinflasi dan memberi dukungan pada pandangan bahwa Fed bisa menahan kenaikan suku bunga lebih lanjut.
Kondisi inflasi AS menunjukkan pelonggaran, didorong oleh biaya tenaga kerja yang lebih rendah. Data Employment Cost Index (ECI) AS menunjukkan kenaikan biaya pekerjaan sebesar 0.7% di kuartal terakhir 2025, turun dari 0.8% pada kuartal sebelumnya. Gambar ini memperkuat narasi disinflasi dan menambah tekanan pada likuiditas obligasi serta dolar.
Fokus pasar beralih ke laporan NFP dengan ekspektasi tambahan sekitar 70 ribu pekerjaan. Tingkat pengangguran diperkirakan stabil di 4.4% dan laju pertumbuhan upah 3.6% YoY. Angka-angka ini menambah narasi disinflasi dan berpotensi menahan tekanan pada kebijakan suku bunga Federal Reserve.
Di sisi Australia, investor menilai rilis ekspektasi inflasi konsumen yang dijadwalkan Kamis. Deputi Gubernur Bank RBA Andrew Hauser menegaskan inflasi masih terlalu tinggi dan bank siap bertindak untuk mencapai target. Komentar ini menjaga kepositifan AUD di tengah ekspektasi kebijakan yang lebih tegas.
Secara teknikal, AUD/USD tetap berdekatan dengan level sekitar 0.7128, mendekati tertinggi tiga tahun. Karena data ekonomi AS cenderung mereda dan sikap RBA tetap tegas, peluang terbuka bagi pergerakan ke atas jika harga menembus resistance utama. Pelaku pasar juga memantau volatilitas sekitar rilis NFP dan komentar kebijakan moneter sebagai pemicu gerak lanjut.
Rencana target harga bisa ditempatkan di sekitar 0.7200-0.7220 bila terjadi breakout, dengan stop loss di sekitar 0.7080-0.7100 untuk menjaga risiko. Rasio risiko-imbalan di atas 1:1.5 menjadi kriteria utama bagi rencana trading. Investor perlu memperhatikan dinamika rilis NFP dan komentar kebijakan moneter yang bisa memicu volatilitas.
Rencana trading mengacu pada pembentukan sinyal beli dengan tp lebih tinggi dari open dan open lebih tinggi dari sl. Dalam contoh ini, open ditetapkan sekitar 0.7120, dengan tp 0.7205 dan sl 0.7080 untuk menjaga risiko. Jika harga berhasil menembus level 0.7205, potensi laba akan memenuhi kriteria risiko-imbalan minimal 1:1.5.